Chit Chat

all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Friday, 6 November 2020

MENEMPUH JALAN RAKYAT OLEH D.N AIDIT (PART 3)

MENEMPUH JALAN RAKYAT

(Pidato kawan D.N Aidit untuk memperingati ulang tahun PKI yang ke-32 – 23 Mei 1952. Diucapkan pada malam tanggal 26 mei di Gedung Pertemuan Umum,  Jakarta)

 




Hadirin yang terhormat,

Pertama-tama atas nama Politbiro CC PKI, saya mengucapkan terimakasih kepada saudara-saudara yang sudah sudi datang dalam melam peringatan ulang tahun PKI yang ke-32 ini.

Kepada wakil kaum buruh, wakil kaum tani, kaum terpelajar dan orang-orang terkemuka yang revolusioner dan progresif, PKI menyampaikan salutnya berhubungan dengan keuletan dan keperwiraan dari golongan-golongan rakyat yang saudara-suadara wakili dalam perjuangan untuk mencapai Indonesia baru, untuk mencapai kemerdekaan nasional yang sejati, demokrasi dan perdamaian abadi.

Sebagaimana saudara-saudara sudah mengetahui pada tanggal 23 Mei tahun ini PKI berumur genap 32 tahun. Bagi dunia kepartaian di tanah air kita ini, umur 32 tahun termasuk umur yang tinggi. Banyak partai-partai didirikan, tetapi ia hanya berumur beberapa tahun dan kemudian lenyap. Jadi teranglah, bahwa untuk mencapai usia 32 tahun, PKI mesti mempunyai dasar yang sangat kuat dan keuletan yang luar biasa.








#PKI #Aidit #Indonesia

Tuesday, 3 November 2020

MENEMPUH JALAN RAKYAT OLEH DN AIDIT (PART2)


MENEMPUH JALAN RAKYAT

(PART 2)

OLEH D.N. AIDIT

Yayasan Pembaruan Jakarta



 

Pada part ke-2 ini saya ingin menceritakan isi buku pada halaman ke-5. Menceritakan tentang “Kata Pengantar Penerbit”. Kata pengantar ini dibuat pada Bulan Juni 1952 oleh Penerbit. Isi dari kata pengantar tersebut adalah sebagai berikut.

KATA PENGANTAR

Rakyat dari segala lapisan sangat memperhatikan segala Langkah-langkah PKI.

Ditengah-tengah keadaan dimana tingakt penghidupan Rakyat semakin sangat merosot: pemecatan kaum buruh merajalela dan bahaya kelaparan timbul dimana-dimana; ditengah-tengah keadaan dimana gerombolan-gerombolan Darul islam, Bosch, Smith, dan lain-lain masih terus menerus menimbulkan kurban harta-benda dan jiwa yang tidak sedikit dari rakyat didesa-desa; ditengah-ditengah keadaan dimana tekanan politik imperialism Amerika semakin keras dan kasar untuk menjerat Indonesia ke dalam persiapan peperangan imperialis yang baru; ditengah-tengah keadaan dimana kesadaran politik dari rakyat meningkat dengan cepat berkat pengalaman-pengalaman yang pahit dibawah pemerintahan yang terikat KMB; ditengah-tengah semua keadaan ini PKI menunjukkan jalan yang benar kepada rakyat dan mendorong pemerintah Indonesia dari ikatan-ikatan dan tekanan-tekanan imperialism Belanda-Amerika dan yang akan mengatsi kekacauan-kekacauan dan kesukaran-kesukaran didalam negeri. Inilah sebabnya maka rakyat mencurahkan perhatian dan harapannya kepada PKI.

Puncak perhatian rakyat terhadap PKI ini ditunjukkan idalam peristiwa peringatan ulang tahun yang ke-32. Dimana-mana resepsi ataupun rapat umum peringatan ulang tahun ini dihadiri oleh ribuan rakyat. Demikianlah salah satu diantara resepsi peringatan ulang tahun yang sangat meriah adalah resepsi di Jakarta, dimana kawan D.N. Aidit mengucapkan pidatonya yang membentangkan sekedar sejarah dan politik PKI dengan secara ringakas, tegas dan terang.

Kemudian datang kepada kita banyak permintaan dari kalangan kaum buruh dan orang-orang progresif, terutama dari mereka yang menghadiri resepsi peringatan ulang tahun itu, supaya pidato kawan D.N Aidit di brosurkan. Atas desakan permintaan ini dan atas pertimbangan kita sendiri, bahwa pidato ini bisa menjelaskan fitnahan-fitnahan yang keji terhadap PKI, maka kita terbitkan brosur kecil ini.

Dengan terbitnya brosur kecil ini, yang kita beri nama: “Menempuh Jalan Rakyat”, kita merasa telah menyediakan satu bahan bagi mereka yang hendak sunguh-sungguh mengenal PKI sebagai satu-satunya partai kelas buruh yang sejati di Indonesia.

                                                                                                                                                Penerbit.

Jakarta,  Juni 1952

***




#PKI #Aidit #KMB #Amerika #Belanda

Saturday, 24 October 2020

MENEMPUH JALAN RAKYAT OLEH D.N AIDIT (PART 1)

 MENEMPUH JALAN RAKYAT

OLEH D.N AIDIT



Buku yang berjudul menempuh jalan rakyat ini merupakan sebuah pidato yang dilakukan oleh D.N Aidit dalam memperingati ulang tahun PKI yang ke 32 tahun. Pada saat itu ulang tahun PKI jatuh pada tanggal 23 Mei 1952. Pidato ini diucapkan D.N Aidit pada malam hari. Beliau ucapkan pada tanggal 26 Mei di Gedung Pertemuan Umum, Jakarta.

Buku Ini saya ceritakan kembali sesuai dengan tata bahasa Indonesia pada saat ini. Tidak ada yang saya lebih kan ataupun saya kurangkan. Cover buku atau sampul depan buku ini bercorak kuning. Dengan tulisan aslinya berjudul “Menempuh Djalan Rakjat” oleh D.N AIDIT.

Buku ini berjumlah 27 halaman.  Halaman pertama berupa sampul buku yang berwarna kuning. Halaman kedua berupa  sampul buku yang tercetak hitam dan putih. Pada halaman ketiga terdapat foto D.N Aidit sebagai penggerak PKI dieranya.

Buku ini diterbitkan oleh Yayasan Pembaruan Jakarta. Tulisan asli tertera pada buku ini yaitu “Jajasan Pembaruan Djakarta”. Buku ini merupakan cetakan kedua. Dengan Terdapat foto D.N Aidit pada lembar ketiganya. Buku ini pernah dijual pada masanya seharga Rp.1.50 saja. Yayasan Pembaruan Jakarta saat itu beralamat di Jalan Perunggu, Galur Jakarta.

Pada lembar keempat. Terdapat keterangan penerbit. Penerbit  buku Yayasan Pembaruan  Jakarta mencoba memberikan keterangan tentang buku yang dicetak kedua kali ini. Keterangan Penerbit buku tersebut sebagai berikut.

Penerbitan “Menempuh Jalan Rakyat” ini adalah cetakan yang ke II, untuk memenuhi permintaan yang selalu bertambah banyak. Didalam Cetakan ke-II ini, oleh penulisnya sendiri telah diadakan perubahan kecil-kecil disana-sini. Perubahan-perubahan ini sama sekali tidak membawa perubahan ini, karena hanya berupa perubahan-perubahan susunan kalimat supaya lebih jelas dan mudah dipahamkan.

Jika ditulis dalam bentuk asli pada buku tersebut seperti ini:

KETERANGAN PENERBIT

 

         Penerbitan “Menempuh Djalan Rakjat” ini adalah tjetakan jang ke-II untuk memenuhi permintaan jang selalu bertambah banjak. Didalam tjetakan ke-II ini, oleh penulisnja sendiri telah diadakan perubahan ketjil disana-sini. Perubahan-perubahan ini sama-seklai tidak membawa perubahan ini, karena hanja berupa perubahan-perubahan susunan kalimat supaja lebih jelas dan mudah difahamkan.

 

                                                                                                                                             Penerbit.

Djakarta, Agustus 1952

 

4

Nomor 4 pada bagian bawah. Nomor tersebut menandakan berada pada halaman 4. Bisa dikatakan sebagai terdapat pada lembar ke-4.


 

Untuk lebih jelasnya lagi silahkan ikuti blog ini di www.lembarkerjasiswa123.blogspot.com







#PKI #Aidit #Jakarta #Indonesia


Thursday, 22 October 2020

TAN MALAKA, JALAN SUNYI TAMU DARI BAYAH

TAN MALAKA

JALAN SUNYI TAMU DARI BAYAH




Ia memperkenalkan dirinya sebagai Ilyah Hussein. Datang dari Bayah, Banten Selatan, pria paruh baya itu bertamu ke rumah Sukarni di Jalan Minangkabau, Jakarta, awal Juni 1945. Disana ada Chaerul Saleh, B.M Diah, Anwar, dan Harsono Tjokroaminoto. tamu jauh itu hendak menghadiri kongres pemuda di Jakarta.

Memakai baju kaus, celana pendek hitam, dan topi perkebunan ditenteng di tangan, tamu itu disambut tuan rumah. Setelah sedikit basa-basi, Hussein menyampaikan analisisnya tentang kemerdekaan dan politik saat itu. Situasi memang lagi genting. Penjajah Jepang sudah di tubir jurang.

Ulasan Hussein tentang proklamasi membuat Sukarni terpukau. Pikiran Hussein sama dengan tulisan-tulisan Tan Malaka yang selama ini dipelajari Sukarni. Setelah mendengar analisis Hussein, Sukarni makin mantap: proklamasi harus segera diumumkan.

Sejarah mencatat, Hussein adalah Ibrahim Sutan Datuk Tan Malaka yang tengah menyamar. Sejak awal Sukarni curiga, tamunya tak mungkin hanya orang biasa-meski ia tak berani bertanya. "Ia heran, bagaimana mungkin orang sekaliber Hussein hidup diwilayah terpencil, "kata sejarawan Belanda Harry A. Poeze.

Karni malah waswas. "Ia takut kalau Hussein mata-mata Jepang, "Kata Anwar Bey, bekas wartawan Antara dan koresponden Buletin Murba. Kekhawatiran yang campur aduk memaksa Sukarni memindahkan rapat ke rumah Maruto Nitimiharjo di Jalan Bogor lama-sekarang jalan Saharjo Jakarta Selatan. Sebelum pergi, Sukarni meminta tamunya menginap satu malam. Hussein tidur dikamar belakang.

Pada saat rapat, analisis Hussein mempengaruhi pikiran Sukarni. Ide-ide Hussein dilontarkannya dalam rapat. "Sukarni mendesak proklamasi jangan ditunda, " kata Adam Malik. Para Pemuda setuju.

Sepulang rapat, Sukarni masih pensaran pada Hussein. Tapi lagi-lgi ia ragu bertanya. Sukarni baru bertemu besok paginya ketika tamunya mau pulang. "Ia berpesan gara Hussein mempersiapkan pemuda Banten menyongsong proklamasi,"Kata Anwar Bey.

Kesaksian itu terungkap pada saat Sukarni memberikan sambutan dalam acara Sewindu Hilangnya Tan Malaka di Restoran Naga Mas, Bandung, Februari 1957. Anwar Bey malam itu hadir di sana.

Dari pertemuan itu, Tan sendiri menafsirkan, Chaerul dan Sukarni mengenal ide-ide politiknya. Tapi ia belum berani membuka jati diri. "Saya masih menunggu kesempatan yang lebih tepat. "katanya dalam memoar Dari Penjara Ke Penjara.

Ia lalu pulang ke Bayah, kembali bekerja sebagai juru ketik. Nama Hussein tetap digunakan.  Saat itu usianya 48 tahun.

Hussein kembali muncul di Jakarta pada 6 Agustus 1945. Ia membawa tas. Isinya celana pendek selutut, kemeja, dan kaus lengan panjang kumal. Kali ini yang dituju rumah B.M Diah, Ketua Angkatan Baru, yang juga redaktur koran Asia Raya, satu-satunya koran ynag terbit di Jakarta.

Utusan Bayah itu menanyakan kabar mutakhir situasi perang. Setelah satu jam Diah memberikan infomasi, Hussein menyatakan pendapatnya. "Pimpinan revolusi kemerdekaan harus di tangan pemuda, "katanya.

Tapi hubungan Hussein dengan Diah berlangsung singkat. Besoknya Diah ditangkap Jepang gara-gara menuntut kemerdekaan dan menentang sikap lunak Soekarno-Hatta. Tahu Diah ditangkap, Hussein pulang ke Bayah.

Disana ia terus bergerak. Tiga hari kemudian dia terlibat rapat rahasia dengan para pemuda Banten di Rangkasbitung. Pertemuan satu setengah jam itu di gelar di rumah M. Tachril, pegawai Gemeenschappelijk Electriciteitsbedrjf Bandoengen Omstreken-Gabungan Perusahaan Listrik Bandung dan Sekitarnya.

Di sini Hussein mengobarkan pidato yang menggelora "Kita bukan kolaborator!" katanya. "Kemerdekaan harus di rebut kaum pemuda, jangan sebagai hadiah". Kekalahan Jepang, menurut dia, tinggal menunggu waktu.

Pidato itu dilukiskan Poeze dalam bukunya Verguisd en Vergeten Tan Malaka, de linkse beweging en de Indonesische Revolutie, 1945-1949. "Sebagai rakyat Banten dan pemuda yang telah siap merdeka, kami bersumpah mewujudkan proklamasi itu, "kata Hussein di ujung pidatonya.

Bila Soekarno-Hatta tidak mau menandatangani, Hussein memberikan jawaban tegas: "Saya sanggup menandatanganinya, asal seluruh rakyat dan bangsa Indonesia menyetujui dan mendukung saya".

Hussein di ututs kembali ke Jakarta. Ia diminta menjalin kontak dengan Sukarni dan Chaerul Shaleh. Peserta rapat mengantarkannya ke Stasiun Saketi, Pandeglang. Hussein naik kereta ke Jakarta.


***


Situasi Jakarta tidak menentu. Kebenaran dan desas-desus berkelindan satu sama lain. Kempetai, polisi militer Jepang mengintai di mana-mana. Para pemuda bergerak di bawah tanah, bersembunyi dari satu rumah ke rumah lain. Usaha Tan Malaka menjalin kontak dengan pemuda tak kesampaian.

Kesulitan Tan bertambah karena kehadirannya tempo hari di rumah Sukarni menyebar dan menjadi pergunjingan. Para pemuda bingung siapa sebenarnya Ilyas Hussein. Karena itu para pemuda jaga jarak bila Hussein muncul.

Peluang Tan menjalin kontak kian teruk karena sikap hati-hatinya yang berlebihan. Sebagai bekas orang buangan dan lama dalam hidup pelarian, Hussein merasa di bawah bayang-bayang penangkapan.

Tan akhirnya berhasil menemui Sukarni di rumahnya pada tanggal 14 Agustus sore. Ia mengusulkan agar massa pemuda dikerahkan. Tapi Sukarni sibuk. Di rumah itu banyak orang keluar-masuk. Banyak pula hal yang disembunyikannya, termasuk berita takluknya Jepang.

Ia juga khawatir rumahnya digerebek Kempetai. Itu sebabnya, Sukarni pergi meninggalkan Hussein. Seperti sebelumnya, ia diminta menunggu di kamar belakang. Kali ini bersama dua orang yang tak dikenal.

Salah satunya Khalid Rasyidi, aktivis oeuda menteng 31. Menurut Khalid, Hussein sempat bertanya di mana tempat penyimpanan senjata jepang. "Ia menganjurkan perampasan senjata dalam rangka perjuangan kemerdekaan", kata Khalid dalam ceramah di Gedung Kebangkitan Nasional, Agustus 1978.

Khalid juga yakin, Sukarni sudah tahu bahwa Hussein tak lain Tan Malaka. Soalnya, sebelum Khalid diminta menemui utusan Banten itu, Sukarni agak lama menunjukkan orang-orang pergerakan. "Diantaranya foto Tan Malaka waktu masih muda, "kata Khalid Poeze menyangsikan hal itu. Menurut dia, Sukarni hanya menduga-duga. 

Malam itu Sukarni sempat pulang. Tapi setelah itu menghilang. Hussein besoknya berusaha menemui Chaerul Saleh di jalan Pegangsaan Barat 30, tapi Chaerul tidak ada dirumah karena di sepanjang jalan santer terdengar kabar Jepang menyerah perang, Hussein kembali ke rumah Sukarni. Tapi usahanya sia-sia.

Hussein tidak tahu, Sukarni dan Chaerul akan menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Aksi itu dilakukan karena Soekarno-Hatta ngotot proklamasi dilakukan melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Sedangkan pemuda ingin merdeka tanpa campur tangan Jepang. Setelah berdebat di Rengasdengklok, Soekarno-Hatta bersedia meneken proklamasi. Teks proklamasi disiapkan di rumah Laksamana Maeda. 

Naskah itu besoknya dibacakan di perkarangan rumah Soekarno di Pegangsaan Timur 56. Upacara berlangsung singkat. Penguasa Militer Jepang melarang berita proklamasi meluas di radio dan surat kabar. Itu sebabnya, Tan tidak tahu ada proklamasi. Ia tahu setelah orang ramai membicarakannya di jalan-jalan.

Terbatasnya peran Tan itu, kata Poeze, sungguh ironis. Padahal Tan orang Indonesia pertama yang menggagas konsep republik dalam buku Naar de Republik Indonesia, yang ditulis pada 1925. Buku kecil ini kemudian menjadi pegangan politik tokoh pergerakan, termasuk Soekarno.

Dalam buku Riwayat Proklamasi Agustus 1945, Adam Malik melukskan peristiwa itu sebagai "kepedihan riwayat". Sukarni bertahun-tahun membaca buku politik Tan. Tapi pada saat itu ia membutuhkan pikiran dari orang sekaliber Tan, Sukarni sungkan bertanya siapa Hussein sesungguhnya. "Ia malah membiarkannya pergi jalan kaki, lepas dari pandangan mata", kata Adam Malik.

Tan juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Rupanya sejarah proklamasi 17 Agustus tidak mengizinkan saya campur tangan, hanya mengizinkan campur jiwa saja. Ini sangat saya sesalkan! Tetapi sejarah tidak mempedulikan penjelasan seorang manusia atau segolongan manusia.

Setelah proklamasi, Tan berusaha menemui pemuda. Tapi mereka terus bergerak di bawah tanah. Pada 25 Agustus Tan akhirnya datang ke rumah Ahmad Soebardjo di Jalan Cikini Raya 82. Keduanya pernah bertemu di Belanda apada tahun 1919. "Pembantu kami mengatakan ada tamu ingin berjumpa", kata Soebardjo. Tamu itu duduk di pojok ruangan.

Soebardjo kaget. "Wah, kau Tan Malaka", katanya. "Saya kira sudah mati". Tan menjawab sambil tertawa. "alang-alang tak akan musnah kalau tidak dicabut dengan akar-akarnya". Setelah sempat bersenda-gurau, Soebardjo menawari Tan tinggal di paviliun rumahnya.

Sejak itu Tan diperkenalkan kepada beberapa tokoh seperti Iwa Koesoema Soemantri, Gatot Taroenamihardjo, Boentaran Martoatmojo. Ia juga dipertemukan Nishijima Shigetada, Asisten Laksamana Maeda. Di didepan Nishijima, ia bicara tentang revolusi, struktur politk, gerakan massa, hingga propaganda.

Nishijia terheran-heran. "Bagaimana mungkin orang yang tampak seperti petani ini bisa menganalisis segala-galanya dengan begitu tajam", katanya. Setelah lebih dari dua jam berbincang, Soebardjo menjelaskan bahwa kawannya ini tak lai Tan Malaka. Nishijima terkejut. Ia bangkit lalu menjabat tangan lebih erat.

Kepada Tamunya, Soebardjo meminta keberadaan Tan dirahasiakan. Sepekan menetap di rumah Soebardjo, lewat perantara Nishijima, Tan pindah ke rumah pegawai angkatan laut Jepang di jalan Theresia. Ia sempat ke Banten membangun jaringan gerilya, lalu balik ke Jakarta. Pada pekan kedua September, ia pindah ke Kampung Cikampek, 18 kilometer sebelah barat Bogor. Sejak itu bolak-balik ke Jakarta.

Di Jakarta, kaum pemuda terus bergerak. mereka melihat pemerintah tidak bekerja mengisi kemerdekaan meski kabinet telah dibentuk. "Mereka cuma kumpul-kumpul di gedung Pegangsaan', kata Adam malik. "Seperti tidak ada rencana".

itu sebabnya, sebagian pemuda mengusulkan demostrasi. Tapi sebagian lain ingin membentuk Palang Merah dan mengurus tawanan Perang. pemuda yangberkumpul di Jalan Prapatan 10, sekarang jalan Kwitang, terbelah.

Pemuda prodemonstrasi meninggalkan Jalan Prapatan menuju menteng 31. "Ini kesempatan kita mempraktekkan Massa Actie', kata Sukarni mengutip buku Tan yang menjadi pegangan pemuda. Setelah itu mereka membentuk Komite van Actie. Komite ini mengambil sarana transportasi dan mengibarkan bendera Merah-Putih, dimana-mana.

Karena kabinet belum ada kegiatan, Soebarjo-saat itu sudah Menteri Luar Negeri-meminta nasihat Tan yanglalu mengusulkan agar propaganda dilakukan lewat semboyan-semboyan. "Tan ikut mengusulkan kata-katanya", Hardidjojo Nitimihardjo, putra Maruto. Semboyan itu ditulis pemuda di tembok-ditembok, mobil, dan kereta api hingga tersebebar ke luar Jakarta, dibuat dalam bahasa Indoensia dan Inggris agar menarik perhatan dunia.

Sejak itu Soekarno mendengar kemunculan Tan. Ia meminta Sayuti Melik mencarinya. Dua tokoh itu akhirnya diam-diam bertemu dua kali pada awal September 1945. Pertemuan itu menjadi rahim lahirnya testamen politik. Isinya: "Bila Soekarno-Hatta tidak berdaya lagi, pimpinan perjuangan akan diteruskan oleh Tan, Iwa Koesoema, Sjahrir, dan Wongsonegoro".

Kasak-kusuk kehadiran Tan makin santer. Para pemuda membicarakannya di Menteng 31. Tan saat itu tinggal dirumah Pak Karim, tukang jahit di Bogor. Sukarni dan Adam Malik mencarinya ke sana. Mereka berhasil bertemu, tapi ragu identitas Tan. "Apalagi saat itu banyak muncul Tan Malaka palsu", kata hadidjojo.

Untuk memastikan, para pemuda membawa Soediro-kenalan Tan di Semarang pada 1992-beberapa hari kemudian Sesudah itu mereka membawa guru Halim, teman sekolah tan di Bukittinggi. Tan Juga di cecar soal Massa Actie karena banyak Tan Malaka palsu tidak bisa menjelaskan isi buku tersebut.

Maruto behkan menyrankan agar pemuda tidak begitu saja mempercayai Tan. Ia rupanya mendengar Tan sudah bertemu Soekarno. Tapi setelah mendengar kata-kata Tan kaum pemuda yakin tokoh legendaris itu anti-fasis.

Tan juga sepakat dengan aksi pemuda Menteng 31. "Ia mengusulkan demonstrasi yang lebih besar', kata Hadidjojo. Demontrasi digelar untuk mnegukur seberapa kuat rakyat mendukung proklamasi. Ide ini melecut pemuda menggelar rapat akbar di lapangan Ikada. "Tan berada di balik layar". Kata Poeze.

pemuda mendapat kuliah dari Tan tentang perjuangan rovolusioner. Persinggungan pemuda dengan Tan berlangsung anatara 8 dan 15 September 1945. Sekelompok pemuda, antara lain Abidin Effendi, Hamzah Tuppu, Pandu kartawiguna, dan Syamsu Harya Udaya, diperkenalkan kepada Tan. Sukarni lalu mengirim Hamzah, Syamsu, dan Abidin ke Surabaya untuk mengoganisasi para pelaut.

Di Jakarta, kelompok pemuda menggelar rapat. mereka menyiapkan demonstrasi pada 17 September-tepat sebulan setelah proklamasi. Tapi unjuk rasa diundur dua hari. Ada anekdot, tanggal itu dipilih karena para pemuda jengkel dimaki-maki Bung Karno bulan sebelumnya. "Bung Karno marah kepada pemuda karena pemuda menggelar pawai di Taman Matraman pakai obor dua hari setelah proklamasi', kata Hadidjodjo mengutip Maruto, ayahnya.

Pamflet aksi disebar dan ditempel di mana-mana, Sukarni keluar-masuk kampung, menemui kepala desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kiai, agar datang ke Lapangan Ikada. Mahasiswa meminta Soekarno hadir juga. Tapie presiden pertama itu menolak.

Pada hari yang ditentukan, massa berbondong-bondong datang. Senapan mesin Jepang dibidikkan ke arah kerumunan. Tapi gelombang massa terus berdatangan. Jumlahnya diperkirakan 200 ribu. Di bawah terik, mereka menunggu berjam-jam. Salah satu yang hadir almarhum Pramoedya  Ananda Toer. "Itulah pertama kali saya saksikan orang Indonesia tidak takut lagi pada Dai Nippon", kata Pram, saat itu berusia 20 tahun.

Sementra sidang kabinet pagi itu terbelah. Sebagian menteri setuju hadir di Ikada. Sedangkan yang menolak takut ada pertumpahan darah. Rapat berjalan alot. Pukul empat asore, Soekarno memutuskan datang menentramkan rakyat yang sudah menunggu berjam-jam. "Saya tidak akan memaksa. Menteri yang mau tinggal dirumah silahkan", Katanya.

Rombongan Soekarno-Hatta pergi menuju Ikada. Poeze menduga, Tan Malaka ikut dalam rombongan. "Ia satu-satunya yang memakai topi, jalan berdampingan dengan Soekarno menuju podium", kata Poeze.

Di mimbar Soekarno berpidato lima menit suaranya lunak. Ia meminta rakyat tetap tenang dan percaya pada pemerintah, yang akan mempertahankan proklamasi. Massa diminta pulang. Setelah itu, barisan bubar meninggalkan lapangan.

Hasil demonstrasi itu menyesakkan Tan. Pidato itu, katanya, tidak menggemborkan semangat berjuang. "Tidak mencerminkan massa aksi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.



Sumber : 

Buku Tan Malaka Bapak Republik Yang dilupakan Seri buku saku tempo Hal. 14 - 26






















#Soekarno #Hatta #Proklamasi #RI #Indonesia #Sukarni #Jepang #Hussein #Tan #Sjahrir #Wongsonegoro #Hadidjojo #Menteng #Belanda #Malaka #sejarah #Soebarjo #Inggris #demonstrasi #matraman #Jakarta #Soerabaya #PKI #Jakarta


Wednesday, 21 October 2020

TAN MALAKA, DIA YANG MAHIR DALAM REVOLUSI

 TAN MALAKA

DIA YANG MAHIR DALAM REVOLUSI


Hatinya terlalu teguh untuk berkompromi. Maka ia berburu polisi rahasia Belanda, Inggris, Amerika, dan Jepang di 11 negara demi cita-cita utama; kemerdekaan Indonesia

Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya "Bapak Republik Indonesia". Soekarno menyebutnya "seorang yang mahir dalam revolusi'. Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.

Ia seorang yag telah melukis revolusi Indonesia dengan bergelora.Namanya Tan Malaka, atau Ibrahim Datuk Tan Malaka, dan kini mungkin dua-tiga generasi melupakan sosoknya yang lengkap ini: kaya gagasan filosofis, tapi lincah berorganisasi.

 Orde baru telah melebur hitam peran sejarahnya. Tapi harus diakui, di mata sebagian anak muda, Tan mempunyai daya tarik yang tak tertahankan. Sewaktu Soeharto berkuasa, menggali pemikiran serta langkah-langkah politik Tan sama seperti membaca novel-novel Pramoedya Ananda Toer. Buku-bukunya disebarluaskan lewat jaringan klandestin. Diskusi yang membahas alam pikirannya dilangsungkan secara berseberangan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI)., sosoknya sering kali dihubungkan dengan PKI: musuh abadi Orde Baru.

Perlakuan Serupa menimpa Tan di Masa Soekarno berkuasa. Soekarno, melalui kabinet Sjahrir, memenjarakan Tan selama dua setengah tahun, tanpa pengadilan. Perseteruannya dengan para pemimpin pucuk PKI membuat ia terlempar dari lingkaran kekuasaan. Ketika PKI akrab dengan kekuasaan, Bung Karno memilih Muso-orang yang telah bersumpah menggantung Tan karena pertikaian internal partai-ketimbang Tan. Sedangkan D.N Aidit memburu testamen politik Soekarno kepada Tan. Surat wasiat itu berisi penyerahan kekuasaan kepemimpinan kepada empat nama-salah satunya Tan- apabila Soekarno ditangkap. Akhirnya Sokarno sendiri membakar testamen tersebut. Testamen itu berbunyi: "..Jika saya tiada berdaya lagi, maka saya akan menyerahkan pimpinan revolusi kepada seorang yang telah mahir dalam gerakan revolusi Tan Malaka.

Politik memang kemudian menenggelamkannya. Di Bukit Tinggi, dikampung halamannya, Nama Tan Cuma di dengar sayup-sayup. Ketika harry Albert Poeze, sejarawan belanda yang meneliti Tan sejak tahun 1972 mendatangi Sekolah Menengah Atas 2 Bukit Tinggi, guru-guru sekolah itu terkejut. Sebagian guru tak tahu Tan Pernah mengenya pendidkan di sekolah yang dulu bernama Kweeschool (sekolah Guru) itu pada 1907-1913. Sebagian lain justru tahu dari murid yang rajin berselancar di Ineternet. Mereka masih tak yakin, sampai kemudian Poeze datang. Poeze pun menemukan prasasti Engku Nawawi Sutan Makmur, guru Tan, tersembunyi dibalik lemari sekolah.

Disepanjang hidupnya, Tan telah menempuh pelbagai royan: dari masa akhir Perang Dunia I, revolusi Bolsyewik hingga Perang Dunia II. Di kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia, lelaki kelahiran Pandan Gadang, Suliki, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 ini merupakan tokoh pertama yang menggagas secara tertulis konsep Republik Indonesia. Ia menulis Naar de Republik Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada 1925, jauh lebih dulu dibanding Mohammad Hatta sebagai pleidoi didepan pengadilan Belanda di Den Haag (1928), dan Bung Karno yang menulis Menuju Indonesia Merdeka (1933).

Buku Naar De Republik dan Massa Actie (1926) yang ditulis dari tanah pelarian telah menginspirasi tokoh-tokoh pergerakan di Indonesia. Tokoh pemudaradikal Sayuti Melik, misalnya, mengenang bagaimana Bung Karno dan Ir Anwari membawa dan mencoret-coret hal penting dari Massa Actie. Waktu itu Bung Karno memimpin Klub Debat Bandung. Salah satu tuduhan yang memberatkan Soekarno ketika diadili di Landrat Bandung pada 1931 juga lantara menyimpan buku dikutip Bung Karno dalam Pledoinya, Indonesia Menggugat.

W.R Supratman pun telah membaca habis Massa Actie. Ia memasukkan kalimat "Indonesia tanah tumpah darahku" kedalam lagu Indonesia Raya setelah diilhami bagian akhir dari massa actie, pada bab bertajuk "Khayal Seorang Revolusioner". Disitu Tan antara lain menulis, "Di muka barisan laskar, itulah tempatmu berdiri .... kewajiban seorang yang tahu kewajiban putra tumpah darahnya.

Di seputar Proklamasi, tan menorehkan perannya yang penting. Ia menggerakkan para pemuda ke rapat raksasa di Lapangan IKADA (Kini Kawasan Monas), 19 September 1945. Inilah rapat yang menunjukkan dukungan massa pertama terhadap proklamasi kemerdekaan yang waktu itu belum bergema keras dan "masih sebatas catatan di atas kertas". Tan menulis aksi itu " uji kekuatan untuk memisahkan kawan dan lawan". Stelah rapat ini, perlawanan terhadap Jepang kian berani dan gencar.

Kehadiran Tan di Lapangan Ikada menjadi cerita menarik tersendiri. Poeze bertahun-tahun mencari bukti kehadiran Tan itu. Sahabat-sahabat Tan, seperti Sayuti Melik, bekas menteri Luar negeri Ahmad Soebardjo, dan mantan Wakil Presiden Adam Malik, telah memberikan kesaksian. tapi kesaksian itu harus didukung bukti visual. Dokumen foto peristiwa itu tak banyak. Memang ada rekaman film dari Berita Film Indonesia. Namun mencari seorang Tan di tengah kerumunan sekitar 200 ribu orang dari pelbagai daerah bukan perkara mudah.

Poeze mengambil jalan berputar. ia menghimpun semua ciri Khas Tan dengan mencari dokumen di delapan dari 11 negara yang pernah didatangi Tan, misalnya selalu memakai topi perkebunan sejak melarikan diri di Filipina (1925-1927). Ia cuma membawa paling banyak dua setel pakai. Dan sejak keterlibatan dalam gerakan buruh di Bayah, Banten pada 1940-an. Ia selalu memakai celana selutut. Ia juga selalu duduk menghadap jendela setiap kali berkunjung kesebuah rumah. Ini Untuk mengantisipasi jika polisi rahasia Belanda, Jepang, Inggris, atau Amerika tiba-tiba datang menggerebek. Ia memiliki 23 nama palsu dan telah menjelajahi dua benua dengan total perjalanan sepanjang 89 ribu kilometer-dua kali jarak yang ditempuh Che Guevara di Amerika Latin.

Satu lagi bukti yang mesti dicari: berapa tinggi Tan sebenarnya? di Buku Dari Penjara ke Penjara II. Tan bercerita ia dipotret setelah cukur rambut dalam tahanan di Hongkong. "Sekonyong-konyong tiga orang memegang kuat tangan saya dan memegang jempol saya buat diambil kuat tangan saya dan memegang Jempol saya buat diambil capnya. Semua dilakukan serobotan,"ucap Tan. Dari buku ini Poeze pun mencari dokumen tinggi Tan dari arsip polisi Inggris yang menahan Tan di Hongkong. Eureka! Tinggi Tan ternyata 165 centimeter. Lebih pendek daripada Soekarno (172 centimeter). dari ciri-ciri itu, Poeze menemukan foto Tan terbukti berada dilapangan tiu dan menggerakkan pemuda.

Tan tak pernah menyerah. Mungkin itulah yang membuatnya sangat sangat kecewa dengan Soekarno-Hatta yang memilih berunding dan kemudian ditangkap Belanda. Menurut Poeze, tan berkukuh, sebagai pemimpin revolusi Soekarno semestinya mengedepankan perlawanan gerilya ketimbang menyerah. Baginya, perundingan hanya bisa dilakukan setelah ada pengakuan kemerdekaan Indonesia 100 persen dari Belanda dan Sekutu. tanpa itu nonsens.

Sebelum melawan Soekarno, Tan pernah melawan dalam kongres Komunis Internasional di Moskow pada 1922. Ia mnegungkapkan gerakan komunis di Indonesia tak akan berhasil mengusir kolonialisme jika tak bekerja sama dengan Pan-Islamisme. Ia juga menolak rencana kelompok Prambanan menggelar pemberontakan PKI 1926/1927. Revolusi, kata Tan, tak dirancang berdasarkan logistik belaka, apalagi dengan bantuan dari luar seperti Rusia, tapi pada kekuatan massa. Saat itu otot revolusi belum terbangun baik. Postur kekuatan komunis masih ringkih. "Revolusi bukanlah sesuatu yang dikarang dalam otak," tulis Tan. Singkat kata, rencana pemberontakan itu tak matang.

Penolakan ini tak urung membuat Tan disingkirkan para pemimpin parta. Tapi, bagi Tan, partai bukanlah segala-galanya. jauh lebih penting dari itu: kemerdekaan nasional Indonesia. Dari sini kita bisa membaca watak dan orientasi penulis Madilog ini. Ia seorang Marxis, tapi sekaligus nasional. Ia seorang komunis, tapi kata Tan, "Di depan Tuhan saya seorang muslim" (siapa sangka ia hafal Al-Quran sewaktu muda). Perhatian utamanya adalah menutup buku kolonialisme selama-lamanya.

***


hal. 1-8 buku Tan Malaka Bapak Republik Yang Dilupakan (Tempo seri saku)
















#Tan #Malaka #Indonesia #PKI #Belanda #Jepang #NKRI  #Soekarno #Hatta #Sjahrir #Soeharto #Belanda #Inggris #Amerika #Jepang #Republik #Revolusi #Aidit #Banten #Komunis #Karno #Quran #Marxis #madilog #Rusia #Filipina #IKADA #Monas #Supratman #kemerdekaan #madilog

Friday, 9 October 2020

PUAN MAHARANI BERDARAH PADANG

PUAN MAHARANI BERDARAH PADANG 

Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) periode 1 Oktober 2019 sampai dengan 30 September 2024 adalah Ibu Puan Maharani. Beliau adalah ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia. Beliau dilahirkan pada tanggal 6 September 1973 di Jakarta [1]. Kedua Orang tua Puan Maharani merupakan tokoh terkenal di Republik Indonesia.

Puan Maharani merupakan seorang anak yang memiliki darah keturunan "Minang". Ibunya Puan Maharani adalah seorang mantan Presiden Republik Indoonesia. Ibunya Puan maharani bernama Megawati Soekarno Putri. Nenek dari Puan Maharani bernama Ibu Fatmawati. Beliau memiki nama asli Fatimah

Ibu Fatmawati adalah seorang tokoh bersejarah yang telah menjahitkan sang saka merah putih pertama kali. Nenek dari Puan Maharani ini juga memiliki darah asli minang (Sumatra Barat) yang pergi merantau ke Bengkulu. Nenek dari Puan Maharani ini lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu. orang tua dari Nenek Puan Maharani ini bernama Hasan Din dan Siti Chadijah [2].

Ibu Fatmawati yang merupakan Istri Ketiga dari Presiden Pertama Republik Indonesia. Beliau menikah dengan Soekarno pada tanggal 1 Juni 1943. Pernikahan tersebut berlangsung saat Soekarno belum resmi menjadi Presiden Republik Indonesia Pertama. Dari pernikahan tersebut lahirlah Guntur Soekarno Putra, Megawati Soekarno Putri, Rahmawati Soekarno Putri, Sukmawati Soekarno Putri, Guruh Soekarno Putra. 

Sukarno pada orang minang disebut sebagai sumando minang. Sumando minang yang memiliki arti sebagai "beristri orang minang". Beliau sangat disayang oleh orang minang karna beristrikan orang minang (sumando). Ketika Soekarno diasingkan ke Bengkulu dan Jepang ingin masuk. Belanda selalu mengungsikan tokoh-tokoh nasional ke luar negeri seperti ke Australia. Tokoh Nasional tersebut ingin diungsikan ke keluar negeri agar tidak dimanfaatkan oleh Jepang. 

Soekarno saat itu ingin diungsikan oleh Belanda ke Australia. Perjalanan yang digunakan oleh Belanda saat mengungsikan Soekarno melalui jalur darat. Jalur daratnya itu dari Bengkulu ke Padang. Pada saat ingin diungsikan tak diduga tentara Jepang sudah masuk di Bengkulu. Di tinggalkan lah Soekarno oleh tentara Belanda di Bengkulu. Berita tersebut sampai kepada tokoh-tokoh Sumatra Barat yang tahu persis bahwa Soekarno ini teman Pak Hatta. Pak Hatta merupakan pahlawan berdarah minang kawan dari Pak Soekarno. Pada saat itu Soekarno belum menjadi sumando minang pada saat itu.

Pak Soekarno di Jemput oleh tokoh minang. Beliau dibawa menggunakan transportasi yang bernama pedati. Pedati digunakan karna pada saat itu jarang sekali ada mobil dan bisa dikatan tidak ada mobil pada zaman tersebut. Dalam perjalanannya Soekarno menuju Padang. Kondisi Soekarno sudah terlihat lusuh. terlihat sekali Soekarno tidak terurus. Pakaianya yang dikenakannya seperti sudah tidak tercuci bermingu-minggu. 

Soekarno dibawa oleh tokoh-tokoh minang ke Padang. Lalu di tampung oleh seorang tokoh minang yang bernama Datuk Majo Urang. Datu Majo urang adalah kakek dari Alm. Arif Ariman (Seorang ekonom). Sekarang tempat itu ada di A. Yani nomor 14 Padang. Saat tinggal dirumah Datuk Majo Urang beliau dibelikan pakaian. Lalu beliau dibawa pergi lagi oleh tokoh-tokoh minang ke Bukit Tinggi menggunakan kereta api.

Kemudian Soekarno berkunjung ke Madrasah Darufunun. Madrasah Darufunun merupakan pesantren terbesar Sumatra Tengah pada zaman itu.  madrasah Darufunun saati itu dipimpin oleh bapak Abas Abdullah. Beliau datang terlambat. Soekarno membuat janji jam 12 dengan Bapak Abas Abdullah tapi terlambat.  Pada saat itu sudah banyak orang yang menunggu kedatangan Soekarno dipesantren itu. 

Bapak Abas Abdullah tersebut menegur Soekarno yang datang terlambat saat itu. "Anda ini akan menjadi pemimpin Indonesia. Jangan biasakan Anda ini tidak tepat janji". Kata Bapak Abas Abdullah kepada Soekarno yang pada saat itu datang terlambat.

Bapak Abas Abdullah pun memberikan saran kepada Soekaro untuk mengganti peci yang biasa digunakan. Peci Soekarno yang biasa digunakan bukanlah seperti peci yang sering dilihat pada foto-foto Soekarno. Peci saat yang digunakan saat itu terlihat pendek. "Anda calon pemimpin bagi bangsa ini. Jadi Anda harus terlihat gagah". Kata Pak Abas Abdullah kepada Soekarno pada saat itu. Sehingga Soekarno pun mengganti pecinya. Peci yang dipakai itu adalah peci yang sering dilihat pada foto-foto Soekarno saat ini.

Bapak Abas Abdullah ini juga mengingatkan Soekarno bahwa gigi taringnya agak dempet (gingsul). Pesona Soekarno terdapat pada giginya yang gingsul. Tapi orang seperti pak Soekarno yang memiliki gigi gingsul ini harus hati-hati. Karna orang yang memiliki gingsul seperti bapak Soekarno ini gampang tertarik oleh wanita cantik. Dalam bahasa minang seorang yang gampang tertarik wanita cantik disebut dengan "rambang mato". Rambang mato pada saat ini disamakan dengan mata keranjang. Hanya saja memiliki pengertian dan bahasa yang lebih halus [4].

Setelah empat bulan berlalu di Jakarta. Soekarno menemui Hatta. saat pertemuan dengan hatta tersebut. beiau mengatakan ingin menikahi Fatmawati. Dalam pertemuan tersebut bersama dengan empat serangkai minta membuat surat pernyataan. Jika anda mau menikah dengan Fatmawati. Anda harus membuat surat pernyataan memberikan jaminan satu inggit sebagai biaya hidupnya Fatmawati dan harus menyediakan tempat tinggal berupa rumah di Bandung. lalu harus menanggung biaya hidupnya seumur hidup. Lalu diizinkan menikah Soekarno oleh empat serangkai. 

Saat yang membawa Fatmawati dan kedua orangtuanya ke Jakarta adalah Samaun Mahdi (dalam riwayat lain bernama Samaun Bakri). Samaun Mahdi merupakan orang Padang. Samaun Bakri jugalah yang membantu persiapan Soekarno menikah dengan Fatmawati. Samaun makdi tidak sendiri dalam mempersiapkan pernikah Soerkano dengan Fatmawati. Beliau dibantu oleh Bapak Abdul Karim Oei dan dr. Djamil.

Peroses pernikahan Soekarno dan Fatmati diurus pada tanggal 1 juni 1943. Pernikahan Soekarno dan Fatmawati tidak langsung bertatap muka. Tapi pernikahan tersebut diwakilkan oleh teman dari Samaun yang bernama Sarjono. Setelah terjadi pernikahan Sukarno (diwakilkan oleh Sarjono) dan Fatmawati barulah Samaun mengantarkan Fatmawati ke pada Soekarno dari Bengkulu Ke Jakarta.

Lalu Bapak Dari Puan Maharani adalah Bapak Taufik Kemas. Beliau adalah seorang tokoh politik yang pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR pada tahun 1992. Beliau terpilih menjadi anggota dewan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Orang berliau bernama Tjik Agus Kiemas dan Hamzathoen Roesyda. Ayah dari Pak Taufik Kieamas berasal dari Sumatra Selatan. Sedangkan Ibu dari Pak Taufik Kiemas berasal dari Minangkabau di Batipuh Tanah Datar Sumatra Barat [3].


















































Sumber :

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Puan_Maharani 

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Kiemas

[3] Indonesia Lawyers Club dengan topik pembahasan Sumbar Belum Pancasilais? Diopload pada tanggal 10 September 2020 pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=GsC-wj2byKg

[4] Hasril Chaniago pada Indonesia Lawyers Club dengan topik pembahasan Sumbar Belum Pancasilais? Diopload pada tanggal 10 September 2020 pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=GsC-wj2byKg











#RUU #PUAN #PDIP #SOEKARNO #PECI #MEGAWATI #DPR #MPR #MINANG #PADANG

Wednesday, 12 December 2018

NAMA-NAMA TEMPAT DAN JALAN YANG DITELUSURI BAGIAN I

NAMA-NAMA TEMPAT DAN JALAN YANG DITELUSURI BAGIAN I

ANCOL
(Diketik Pada Tanggal 4 November 2018)

Kawasan Ancol terletak disebelah timur Kota Tua Jakarta sampai batas kompleks Pelabuhan Tanjung Priok. Kini kawasan tersebut dijadikan sebuah kelurahan dengan nama yang sma, wilayah Kecamatan Pademangan, Kotamadya jakarta Utara.

Ancol mengandung arti tanah rendah berpaya-paya, Dulu bila laut sedang pasang, air payau kali Ancol berbalik ke darat menggenangi tanah disekitarnya sehingga terasa asin. Wajar bila orang-orang Belanda zaman VOC menyebut kawasan tersebut sebagai Zoutelande atau tanah asin, sebutan yang juga diberikan untuk kubu pertahanan berupa kanal yang dibangun didaerah itu pada 1656 (de Haan, 1935: 103-104).

Sebelum dibangun kanal untuk menghubungkan Kota Batavia, pemerintah VOC membuat Terusan Ancol yang sampai sekarang masih dapat dilayari perahu. Kemudian dibangun pula jalan yang sejajar dengan terusan. Dianggap strategis dalam rangka pertahanan kota Batavia, maka dibuatlah terusan, jalan, dan kanal di Ancol.

Letak strategis kawasan Ancol rupanya sudah dimanfaatkan jauh sebelum kedatangan VOC, yaitu pada masa agama Islam mulai tersebar didaerah pesisir Kerajaan Sunda. Dalam koropok 406, Carita Parahiyangan, Ancol disebut-sebut sebagai salahsatu lokasi medan perang, disamping Kalapa, Tanjung, Wahanten (Banten), dan tempat-tempat lainnya pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa (1523-1535).


Thursday, 8 November 2018

NAMA-NAMA TEMPAT DARI MASA KEMASA BAGIAN I

NAMA- NAMA TEMPAT DARI MASA KEMASA
(diketik pada tanggal 4 November 2018)

Nama-nama tempat dan jalan diwilayah Jakarta dan sekitarnya yang sudah ada pada masa prakolonial ditemukan dalam dua naskah lontar, yaitu Bujangga Manik dan Carita Parahyangan. Selain itu, ditemukan pula pada laporan perjalanan pasukan perintis VOC, seperti laporan F.H Mullen (1657), Abrecht Herport (1662), Willem Hartsinet (1678), adolf Winkler (1690) yang tercatat dalam catatan harian (dagregister) di Kastil Batavia dan sumber-sumber tertulis lainnya.

Pada masa kolonial nama tempat atau jalan banyak yang berbahasa Belanda. Terutama pada awal orang-orang Belanda membangun kota Batavia. Selanjutnya mereka tidak begitu saja memberikan nama kawasan atau jalan. Nama-nama kawasan atau jalan yang sudah dinamai oleh masyarakat sekitar akan diperahankan oleh mereka. Sedangkan nama kawasan atau jalan yang tidak memiliki nama, maka akan diberi nama oleh mereka.

Belanda tidak mengerti nama yag sudah dikenal di masyarakat, mereka mengikuti saja nama yang sudah ada kemudian ditambahkan dengan kosakata bahasa Belanda seperti gang (jalan kecil), weg (jalan), (jalan yang dikanan kirinya terdapat pohon), straat (jalan yang dikanan kirinya terdapat toko-toko dan rumah-rumah), dan boulevard (jalan besar di antara rumah-rumah mewah atau kawasan elite).

Kota Batavia yang sekarang menjadi Kota Tua Jakarta, dibangun layaknya kota Belanda dengan kanal-kanal sebagai ciri khasnya. Misalnya saja Jalan Kali Besar Timur I yang kita kenal sekarang, pada zaman dulu Belanda menamakannya Amsterdamstraat  karena jalan tersebut merupakan jalan elite yang terdapat rumah-rumah mewah. Beberapa nama jalan diambil dari nama yang ada di Amsterdam. Contohnya, Jalan Lodan Raya sekarang, dulu dinamakan Heerenstraat (nama jalan yang ada di Amsterdam).

Nama tempat atau jalan yag berbahasa Belanda, setelah Indonesia merdeka hampir semuanya diganti dengan nama lokal. Sebagai contoh, Bacherachtsgracht yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Pangeran Tubagus Angke. Sebagaimana diketahui, gracht merupakan bahasa Belanda yang berarti saluran atau kana. Saluran tersebut dibangun oleh pemilik hal guna usahanya, Jacob Bacheracht, mantan pegawai tinggi VOC di Batavia.

Setelah dia meninggal, saluran itu rupanya terbengkalai dan dipenuhi endapan lumpur. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, saluran itu ditimbun dan dijadikan jalan. Sekarang jalan tersebut menghubungkan Jalan Perniagaan dikawasan Kota Tua Jakarta dengan Jalan Daan Mogot di barat dayanya dan merupakan bagian dari wilayah kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Nama jalan tersebut diambil dari sebutan bagi yang menjadi penguasa Jakarta dan sekitarnya dari tahun 1552 sampai wafatnya pada 1601, yaitu Pangeran Tubagus Angke.

Selain itu, ada juga nama tempat atau jalan berbahasa Belanda yang dilafalkan dengan Bahasa lokal, seperti Pluit (dari kata Fluit), Japat (dari kata Jaagpad), dan Jalan Pinangsia (dari kata Financienstraat). Ada juga nama tempat yang berasal dari bahasa Belanda, kemudian pada zaman sekarang atu pada masa kemerdekaan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, seperti  Jalan Percetakan Negara (dari kata Drukkerrijweg yang memiliki arti 'percetakan').

Berbeda halnya dengan kawasan atau jalan disebagian daerah Menteng. Pada awal abad ke-20 dinamai dengan nama-nama pulau, gunung, kota, dan sungai di Indonesia. Tiak ahanya nama tempat yang diterjemahkan atau sudah menjadi bagian dari bahasa lokal, setelah Indonesia merdeka pada umumnya tempat atau jalan berbahasa Belanda diganti dengan nama pahlawan atau tokoh nasional.

Sebagai contoh, salah satu jala elite di kawasan Menteng diberi nama Heutsz boulevard. Nama tersebut guna mengabdikan nama Jenderal Hindia Belanda, J.B. van Heutsz, yang berhasil menaklukan Aceh. Setelah Indonesia merdeka, van Heutsz boulevard diganti dengan nama pahlawan Aceh sendiri, yaitu Teuku Umar dan Cut Meutia.

Teuku Umar adalah salah satu pahlawan nasional yang pernah memimpin perang gerilya di Aceh sejak 1873 hingga 1899. Pada 1893 ia terkenal dengan strateginya berpura-pura menjadi antek (kakitangan) Belanda untuk mendapatkan senjata dari pihak Belanda.

Sedangkan Cut Meutia adalah pahlawan nasional yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya. Wanita kelahiran Perlak, Aceh tahun 1870 ini, hingga titik darah penghabisan tetap memegang prinsip tak akan bersedia tunduk kepada pemerintah kolonial.

Pada zaman dulu, simpangan dari Jalan Matraman Raya menuju jalan Manggarai adalah sebuah gang yang dikanan kirinya banyak ditumbuhi pohon kelor sehingga masyarakat sekitar mennyebutnya gang kelor. Kemudia pada awal abad ke 20, gang itu diperbesar menjadi sebuah jalan bergengsi yang dikanan kirinya dibangun gedung-gedung, dan diubah namanya menjadi Princes Julianalaan. 

Pemberian nama itu sebagai penghormatan Juliana diangkat sebagai Putri Mahkota Kerajaan Belanda. Pada 1948 ia dinobatkan menjadi Ratu Belanda. Sekitar setahun berselang tepat pada 27 Desember 1949, Ratu Juliana dengan resmi menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada Perdana Menteri RIS, Mohammad Hatta. 

Setelah Indonesia merdeka, jalan itu diubah menjadi Jalan Slamet Riyadi. Nama lengkap tokoh pahlawan ini adalah. Ignatius Slamet Rijadi, salah seorang pahlawan nasional yang gugur di Maluku dalam pertempuran dengan kelompok separatis Republik di Maluku Selata yang dipimpin Dr. Soumokil. Tokoh ini lair di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Juli 1927.

Karier dalam bidang militer dimulai dari zaman Jepang sebagai siswa Pendidikan Sekolah Pelayaran Tinggi yang diselenggarakan Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Pada awal kemerdekaan memimpin perebutan senjata di Solo termasuk dengan Kempetei (Polisi Militer Jepang). menjadi Komandan Batalyon Resimen I Divisi X yang ikut aktif dalam menumpas pemberontakan PKI di Madiun.

Setelah Agresi Militer Belanda II, Slamet Riyadi bergerilya di sekitar Solo. Penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia dilaksanakan bersamaan waktunya dengan di Amsterdam, Jakarta, dan lainnya. Pada tanggal 27 Desember 1949, Slamet Riyadi mewakili militer Indonesia untuk menerima penyerahan kekuatan militer Belanda di Solo, Jawa tengah.

 


Sumber :
Dari Buku ASAL-USUL NAMA TEMPAT di JAKARTA dengan penulis buku Rachmat Ruchiat

Saturday, 10 September 2016

UJI KOMPETENSI 1 (UNSUR FISIK WILAYAH INDONESIA) WAHANA LATIHAN SISWA TELADAN

UJI KOMPETENSI 1
(UNSUR FISIK WILAYAH INDONESIA)
WAHANA LATIHAN SISWA TELADAN

1. Berdasarkan letak Astronomisnya, Indonesia terletak antara ....
a. 6 derajat LU - 11 derajat LS dan 95 derajat BT - 141 derajat BB
b. 6 derajat LU - 11 derajat LS dan 95 derajat BT - 141 derajat BT
c. 6 derajat LS - 11 derajat LS dan 95 derajat BT - 141 derajat BB
d. 6 derajat LU - 11 derajat LS dan 95 derajat BB - 141 derajat BB

2. Benua yang berada disebelah utara Indonsia adalah benua ...
a. Asia
b. Australia
c. Amerika
d. Afrika

3. Letak geografis adalah letak suatu tempat berdasarkan ....
a. besarnya garis lintang dan garis bujur
b. tinggi rendahnya suatu tempat terhadap permukaan air laut
c. kenyataan dipermukaan bumi dibandingkan dengan posisi daerah posisi daerah lain
d. keadaan batuan yang ada didalam tubuh bumi

4. Garis bujur dapat digunakan untuk menentukan perbedaan ... dipermukaan bumi.
a. suhu
b. geografis
c. waktu
d. astronomis

5. Berdasrkan letak astronomisnya pulau paling barat di negara Indonesia adalah ...
a. We
b. Roti
c. Sumba
d. Seram

6. Perhatikan gambar dibawah ini!
Pada gambar diatas terjadi pada tanggal ...
a. 21 Maret
b. 21 Juni
c. 23 November
d. 23 Desember

7. Garis meridian yang digunakan sebagai dasar penentuan Waktu Indonesia bagian Barat (WIB) adalah ...
a. 90 derajat BT
b. 105 derajat BT
c. 120 derajat BT
d. 135 derajat BT

8. Pada bulan Oktober - April wilayah Indonesia mengalami musim ...
a. Penghujan
b. Kemarau
c. Dingin
d. Panas

9. Perhatikan pernyataan dibawah ini!
  • 1) Iklim
  • 2) Cuaca
  • 3) Keadaan Tanah
  • 4) Relief tanah
Pernyataan diatas yang bukan merupakan faktor yang mempengaruhi penyebaran flora ditunjukkan dengan nomor ...
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

10.  Panjang Bujur wilayah negara Indonesia ialah ... keliling bumi.
a. 1/5
b. 1/6
c. 1/7
d. 1/8

11. Akibat letak astronomis Indonesia, adalah ...
a. Indonesia beriklim tropis dan kaya hutan
b. memiliki tiga daerah waktu dan beriklim tropis
c. menjadi negara terluas di Asia Tenggara
d. Banyak memiliki laut dan mempunyai dua musim

12. Perhatikan pernyataan dibawah ini!
  • 1) Memiliki hutan lebat
  • 2) Terdapat didaerah tropis
  • 3) Terdiri dari banyak pohon (heterogen)
  • 4) Banyak terdapat di Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan Papua
Pernyataan di atas merupakan ciri-ciri dari hutan ...
a. heterogen
b. musim
c. hujan tropis
d. tropis

13. Sabana di Indonesia banyak terdapat di Propinsi ...
a. Papua
b. NTT
c. Aceh
d. Maluku

14. Perhatikan peta dibawah ini!
Pada gambar diatas garis weber ditunjukkan dengan angka ...
a. I
b. II
c. III
d. IV

15. Budi melakukan perjalanan dari Bekasi pukul 08.00 WIB menuju kota Bandung dengan lama perjalanan 5 jam, Budi sampai ditujuan pukul ...
a. 13.00 WIB
b. 14.00 WIB
c. 15.00 WIB
d. 16.00 WIB

16. Berikut ini yang dikenal dengan garis Balik Selatan yaitu ...
a. 23 derajat LS
b. 35 derajat LS
c. 66 derajat LS
d. 90 derajat LS

17. Perhatikan peta dibawah ini!
Tanda silang (X) pada peta adalah daerah penyebaran binatang langka ...
a. harimau
b. anoa
c. kangguru
d. komodo

18. Selain untuk melindungi gajah, juga untuk mendidik gajah, terdapat didaerah ...
a. Way kambas
b. Baluran
c. Gunung Berapi
d. P. Komodo

19. Semua wilayah Indonesia terletak dibelahan bumi ...
a. timur
b. Utara
c. Selatan
d. Barat

20. Ciri-ciri hewan tipe Asia adalah ...
a. . Hewan besar dan burung berwarna-warni
b. Banyak hewan mamalia dan hewan besar-besar
c. Banyak hewan berkantong dan hewan melata
d. Hewan melata dan burung beraneka

21. Usaha penggantian jenis tanaman supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara tertentu akibat diserap oleh tumbuhan disebut ...
a. Countur Farming
b. Stripp Cropping
c. Terasering
d. Crop Rotation

22. Garis Wallace memisahkan fauna dan flora tipe ...
a. Asiatis dan Australis
b. Asiatis dan Peralihan
c. Peralihan dan Australis
d. Afrika dan Asiatis

23. Kerbau liar merupakan binatang yang dilindungi dicagar alam ...
a. Gunung Halimun
b. Ujung Kulon
c. Baluran
d. Panunjang

24. Fauna gajah dan harimau banyak terdapat dipulau ...
a. Jawa
b. Kalimantan
c. Sumatera
d. Kalimantan

25. Indonesia termasuk daerah yang rawan gempa bumi, hal ini terutama disebabkan oleh ...
a. Indonesia dilalui tiga lempeng tektonik
b. Wilayah Indonesia Dikelilingi oleh perairan yang luas
c. Lapisan tanah atas labil
d. Indonesia dilalui dua jalur pegunungan.

26. Berikut ini jenis-jenis pelapukan yang terjadi pada batuan, kecuali ....
a. biologis
b. kimiawi
c. fisik
d. an organik

27. Jenis tanah yang perlu pengolahan dengan pengeriangan tanah, pengaturan drainese, pengapuran untuk mengurangi keasaman tanah adalah tanah ...
a. podzol
b. alluvial
c. laterit
d. gambut

28. Tanah Aluvial banyak terdapat didaerah ...
a. perbukitan dan pegunungan
b. daratan rendah pantai
c. lereng-lereng pegunungan
d. dataran rendah sekitar sungai

29. Musim penghujan di Indonesia dipengaruhi oleh ...
a. angin laut
b. angin darat
c. angin muson barat
d. angin muson timur

30. Berikut yang dapat mempengaruhi kesuburan tanah adalah kecuali ...
a. jenis batuan induk
b. jumlah curah hujan
c. jumlah penyinaran
d. jumlah garam-garam

Jawablah lks dibawah ini dengan tepat!
1. Gambarkanlah pergerakan angin muson barat dan angin muson timur!
2. Apa yang dimasuk dengan letak geografis?
3. Sebutkan pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan dari letak astronomis!
4. Sebutkan ciri-ciri tanah yang tergolong subur!
5. Apa yang dimaksud dengan tanah laterit?






#lks #angin #muson #barat #timur #hewan #tanah #astronomis #geografis #hujan #jumlah #batuan





Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More