Chit Chat

all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
Showing posts with label kelas 10. Show all posts
Showing posts with label kelas 10. Show all posts

Sunday, 4 November 2018

SEKILAS RIWAYAT DARI KALAPA SAMPAI JAKARTA BAGIAN 2

Jayakarta

Raja Sunda Pajajaran pada masa itu, Sri Baduga Maharaja, tidak resah mengetahui agama Islam merembes masuk ke wilayah kerajaannya karena tampak berlangsung secara damai tanpa kekerasan senjata. Bahkan menurut ceirta, ada beberapa keluarga istana yang memeluk agama Islam, seperti Kean Santan yang berguru pada Syekh Quro didataran Karawang sekarang.

Daerah Cirebon pun sampai dikuasai oleh kaum muslimin dibawah pimpinan Syarif Hidayat yang bergelar Susuhunan (Sunan) Jati. Hal yang membuat Sri Baduga miris adalah sepak terjang Kesultanan Demak yang agresif dan pada waktu itu telah menundukkan Majapahit yang dikenal cukup tangguh.

Selain itu, hubungan Demak dan Cirebon semakin kukuh berkat perkawinan putra-putri dari kedua belah pihak. Persekutuan Demak dan Cirebon ini mencemaskan Sri Baduga yang kemudian mengutus putra mahkota, Surawisesa, agar mengupayakan hubungan diplomatik dengan orang-orang Portugis di Malaka yang telah menguasai Malaka dibawah pimpinan Alfonso d'Albuquerque. Sebaliknya, upaya Pajajaran ini justru mencemaskan pihak Demak.

Sri Baduga Maharaja memerintah selama 39 tahun dan kemudian digantikan oleh Surawisesa. Baik sumber Portugis maupun Nagara Kretabhumi mengisahkan bahwa ia pernah diutus ayahnya untuk menghubungi Alfonso d'Alberquerque di Malaka. Ia pergi ke Malaka dua kali, yaitu tahun 1512 dan 1521. Hasil kunjungan pertama ialah kunjungan penjajakan pihak Portugis dan hasil kunjungan kedua ialah kedatangan utusan Portugis ke Pakuan. Perutusan ini dipimpin oleh Hendrik de Leme, ipar Alfonso. Dalam kunjungan tersebut telah tercapai persetujuan antara Pajajaran dan Portugis mengenai perdagangan serta keamanan.

Selain itu, dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Portugis akan mendirikan benteng di Banten dan Kalapa. Untuk itu tiap kapal Portugis yang datang akan diberi muatan lada yang harus ditukar dengan barang-barang keperluan yang diminta oleh pihak Pajajaran. Kemudian saat benteng mulai dibangun, pihak Pajajaran akan menyerahkan 1.000 karung lada tiap tahun untuk ditukarkan dengan muatan sebanyak dua custumodos (kira-kira seberat 351 kuintal).

Perjanjian Pajajaran dengan Portugis sangat mencemaskan Trenggana yang waktu itu menjadi Sultan Demak III. Selat Malaka, pintu masuk perairan Nusantara sebelah utara sudah dikuasai Portugis yang berkedudukan di Malaka dan Pasai. Apabila selat Sunda yang menjadi pintu masuk perairan Nusantra sebelah selatan juga dikuasai Portugis, maka jalur perdagangan laut yang menjadi urat nadi kehidupan ekonomi Demak terancam terputus (W. Fruin Mees, Geschidenis van Java).

Trenggana segera mengirim armadanya dibawah pimpinan Fatahillah, sasaran utamanya adalah Banten pintu masuk Selat Sunda. Dalam Carita Parahiyangan Pasukan Kesultanan Demak berhasil menguasai Sunda Kalapa yang didukung oleh penguasa Cirebon, Syarif Hidayatullah, yang telah wafat lebih dikenal dengan Sunan Gunung Djati, setelah mengalahkan penguasa Kalapa, Ratu Sangiang (adik Surawesesa).

Pada 1527 datanglah pasukan Portugis dibawah pimpinan Fransisco de Sa. Bantuan Portugis ini datang terlambat karena Fransisco de Sa yang ditugasi membangun benteng diangkat menjadi Gubernur Goa di India. Orang Portugis tidak mengetahui jika Suna Kalapa sudah dikuasai oleh Fatahillah. Pasukan Portugis turun dengan sekoci-sekocinya untuk merapat kepelabuhan sunda Kalapa dengan sekoci-sekoci.

Setelah merapat, mereka disergap oleh Fatahillah dan pasukannya. Namun, Fransisco de Sa berhasil melarikan diri karena dia tidak ikut turun bersama pasukannya. Setelah dikuasai sepenuhnya oleh Fatahillah, nama Sunda Kalapa diganti menjadi Jayakarta yang mengandung arti kemenangan atau kesejahteraan mutlak. ada juga yang menulis atau menggunakan Jayakarta atau Jakarta, kemudian umum disebut Jakarta.

Mengenai penggantian nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta hingga kini terdapat dua pendapat yang berbeda, yaitu menurut Prof. Mr. Dr. Soekanto dan Prof. Dr. P. A. Hosein Djajadiningrat. Menurut r. Soekanto, Fatahillah merebut Sunda Kalapa pada akhir Februari 1527. Beberapa hari kemudian datang armada Portugis dibawah pimpinan Fransisco de Sa yang bermaksud membangun benteng di Sunda Kalapa. Armada ini digempur oleh Fatahillah kira-kira pada pertengahan Maret 1527.

Dengan tercapainya kemenangan itu, maka setelah mempertimbangkan masak-masak dan berdasarkan penanggalan pranatamangsa (penanggalan yang hidup dikalangan rakyat dan berhubungan dengan pertanian), Fatahillah mungkin sekali memilih tanggal 1 prantamangsa sebagai hari untuk mengganti nama Sunda Kalapa dengan nama Jayakarta. Tanggal 1 pranatamangsa tersebut menurut penanggalan Masehi jatuh pada 22 Juni 1527. Seperti yang sudah dikemukakan diatas, arti Jayakarta adalah kemenangan penuh Fatahillah terhadap orang-orang Portugis, musuh yang sangat dibenci oleh orang Islam pada masa itu.

Sanggahan terhadap pendapat Dr. Soekanto dikemukakan oleh Prof. Hoesein Djajadiningrat. Menurutnya, berdasarkan sumber dari penulis sejarah bangsa Eropa, armada Fransisco de Sa berangkat dari Malaka menuju Sunda Kalapa pada 23 Oktober 1526. Pada Desember 1526 ketika perayaan Natal di Cochhij (India), diperoleh kabar bahwa rombongan itu telah kembali pada akhir Desember 1526, Fransisco de Sa bertolak ke India.

Berdasarkan hal tersebut, Prof. Hoesein Djadiningrat berpendapat jatuhnya Sunda Kalapa terjadi pada Desember 1526. Jika jatuhnya Sunda Kalapa ke tangan Fatahillah bertepatan dengan hari raya atau hari peringatan Islam, maka dapat diduga bahwa hari raya Islam yang paling dekat di akhir Desember 1526 adalah Hari Maulud 12 Rabiulawal 933 Hijriah yang jatuh pada senin, 17 Desember 1526.

Besar kemungkinan Fatahillah merenungkan kemenangannya, ia teringat kepada kemenangan Muhammad yang terpenting, yaitu merebut Kota Makkah dan teringat pula kepada ayat pertama dari surat Al-Fath yang berbunyi "Inna Fatahna laka Fathan Mubinan" (sesungguhnya kami telah memberikan kemenangan kepadamu kemenangan yang tegas).

Oleh Karena itu, fatahillah lalu mendapat ilham untuk menamai dirinya fathan (nama ini kemudian karenan salah dengar dan salah tulis, dijadikan falatehan oleh orang Portugis), sedangkan nama Sunda Kalapa lalu diganti dengan terjemahan kata Fathan mubinan yaitu, Jayakarta. Demikian dua pendapat mengenai penamaan dan penanggalan digantinya nama Sunda kalapa menjadi Jayakarta.


Batavia 
Nama Jayakarta yang mengandung arti kejayaan dan kesejahteraan itu rupanya tidak memberi kenyataan seperti ketika Sunda Kalapa terkenal sebagai kota Pelabuhan yang ramai disinggahi kapa-kapal niaga, baik antarpulau maupun Internasional. Setelah dinamai Jayakarta justru pamornya semakin lama semakin kalah dengan Pelabuhan Banten.

Selama puluhan tahun pelabuhan Jayakarta lebih banyak dikenal sebagai pelabuhan nelayan dan jarang sekali disinggahi kapal niaga. Padahal beberapa komoditasnya, seperti beras, sayur mayur, buah-buahan, dan hewan ternak melimpah, harga murah, sebagaimana diberitakan oelh Jan Huygen van Linscehoten[1 ] dalam Itinerario.

Jayakarta adalah bagian wilayah Kesultanan Banten. Sultan Maulana Hasanuddin menganggkat menantunya, Tubagus Angke, sebagai penguasa Jayakarta. Pada 1601, Tubagus Angke wafat. Jabatannya sebagai penguasa Jayakarta diteruskan oleh putranya, Pangeran Jayakarta Wijayakrama yang lebih dikenal sebagai Pangeran Jayakarta atau Pangeran Jakarta.

Sebagaki kepala daerah yang berjiawa muda, Pangeran Jayakarta Wijayakrama jauh lebih berani mengambil keputusan dan tindakan dibandingkan dengan ayahnya untuk kemajuan Jayakarta. Dia berani membuat persetujuan dengan persukuan dagang asing. Mula-mula dengan orang-orang Inggris, kemudian dengan orang-orang Belanda.

Ceritanya selanjutnya adalah jatuhnya Jayakarta ke tangan VOC dan namaya kemudian diganti menjadi Batavia. Nama-nama tempat dan jalan yang diberikan akan ditetapkan pada zaman kolonial, dari masa pemerintahan VOC sampai masa awal pemerintahan kolonial Hindia Belanda, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, nama-nama tempat dan jalan yang berasal dari bahsa Belanda, seperti Batavia sebagai nama kota dan Oranje Boulevaard (sekarang jalan Dipenegoro) sebagai nama jalan. Kedua, nama-nama tempat yang berasal dari bahasa Pribumi, contohnya Cililitan, Marunda, dan Menteng.


Jakarta
 Pada masa pendudukan tentara Jepang, nama Jakarta dihidupkan kembali. Hal itu diumumkan dan Kang Po (Berita pemerintah bala tentara Jepang) No. 9 thn. I bulan 12 tanggal 8 Desember 1942 untuk waktu yang tidak terbatas.






















Sumber:
[1] Jan Huygen van Linschehoten adalah pelau Belanda pertama yang mengetahui rahasia rute pelayaran orang-orang Portugis ke Asia Timur (diketik dari buku "ASAL USUL NAMA TEMPAT di JAKARTA dengan penulis Rachmat Ruchiat")



m

Thursday, 1 November 2018

SEKILAS RIWAYAT DARI KELAPA SAMPAI JAKARTA

(diketik pada tanggal, 1 November 2018 di Jakarta, sumber : Buku "ASAL USUL NAMA TEMPAT DI JAKARTA")

KALAPA

Kalapa yang terletak di tepian muara Kali Ci Liwung adalah pelabuhan Kerajaan Sunda yang ibukotanya bernama Pakuan Pajajaran, jauh dipedalaman, di tempat yang sekarang menjadi Kota Bogor.

Kerajaan Hindu tersebut lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran di Pantai utara meliputi daerah Cirebon, Sangiang, dan Banten. Kalapa termasuk wilayah Sangiang yang disebut oleh orang-orang Portugis sebagai Samian. Nama Pelabuhan tersebut ditemukan dalam dua naskah lontar beraksara Sunda kuno, yaitu Bujangga Manik dan Carita Parahiyangan.

Entah bagaimana ceritanya, naskah Bujangga Manik itu kini tersimpan di Perpustakaan Bodlein, Oxpord, Inggris[1]. Isinya tentang kisah perjalanan Bujangga Manik, seorang rahib yang berasal dari Keraton Pakuan, menyusuri Pulau Jawa dan Bali. Waktu itu Majapahit masih menguasai Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali secara utuh, serta kesultanan Demak belum berdiri. Ketika pulang dari perjalanan pertama dia menumpang sebuah kapal layar dari Pemalang sampai Kalapa. Antara Kalapa dan Pakuan dia menyebut 11 nama tempat yang dilaluinya. Namun, hanya tiga nama tempat yang masih dapat diidentifikasi, yaitu kalapa, Pabean, dan Ancol. Selain Itu, disebut-sebut pula orang Angke yag menjadi salah seorang anak buah kapal.

Naskah Carita Parahiyangan tersimpan di Perpustakaan nasional engan kode naskah koropak nomor 406. Naskah tersebut telah diterjemahkan oleh Aca dan Saleh Danasasmita. Dalam Carita Parahiyangan disebut-sebut nama tempat Kalapa, Ancol (Tiji), Tanjung, dan Wahentan (Banten).

SUNDA KALAPA

KALAPA pada zamannya tergolong pelabuhan Internasional. Tidak hanya perahu-perahu dari berbagai penjuru Nusantara, tetapi juga yang biasa berlabuh disitu kapal-kapal dari negara lain, seperti Tiongkok dan India. Pada kedua abad ke-15, Kalapa disinggahi kapal orang-orang Portugis. Mereka membuat peta navigasi dari pantai utara Pulau Jawa. Dalam peta itu, Kalapa tercantum dengan nama Cunda Calapa. 
Orang-orang Portugis melengkapi nama Kalapa dengan kata Sunda untuk menyatakan bahwa pelabuhan itu milik kerajaan Sunda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Nama Kalapa mulai muncul antara lain ketika Tomes Pires menyebut dalam bukunya, Suma Oriental, bahwa pelabuhan yang letaknya disisi sebalah timur muara Sungai Ci Liwung itu adalah pelabuhan yang sudah tertata rapi, ada syahbandar, hakim, juga bendahara (mangkubumi). Hal tersebut juga tercatat oleh Jan Huygen Van Linsehoten dalam Itinerario yang dibuat pada 1556. Pada peta yang digambarkan dalam buku tersebut, tercatat sebuah pelabuhan bernama Cunda Calapa.


Keterangan Sumber:
[1] Untuk Pertama kalinya naskah itu diumumkan oleh J. Noordayan dalam Bijdragen Tot Taal an Land an Volkenkundig 138, 1982, 7, hlm: 41-42. Judulnya: Bujangga Manik's Journeys Through Jawa. Topographical Data from Old Sundanese Source (bersumber dari buku Asal Usul Nama Tempat di Jakarta hal. 3)

Thursday, 18 October 2018

JENIS SASTRA ANAK

JENIS SASTRA ANAK

Sastra anak dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar dapat digolongkan menjadi enam antara lain buku bergambar, fiksi realistik, fiksi sejarah, fiksi ilmu, fiksi fantasi, dan biografi. Keenam sastra anak tersebut mememiliki karakteristik yang berbeda dan dapat dijadikan bahan pembelajaran apresiasi asal disesuaikan dengan kondisi dan tingkat perkembanga anak. Untuk dapat mengetahui hal tersebut dapat dijelaskan secara singkat.

1. Buku bergambar
Gambar berperan penting bagi siswa kelas awal sekolah dasar sebelum dapat membaca kata. Anak-anak TK dan SD awal dapat dibantu oleh buku bergambar untuk mengenalkan tulisan yag dapat dibaca. Dengan buku bergambar yang baik, siswa akan terbantu memahami dan memperkaya pengalaman dari cerita (rothelin, 1991).

2. Fiksi Realistik
Fiksi realistik adalah tulisan imajinatif yag merefleksikan kehidupan secara akurat pada masa lampau atau sekarang Huck, 1987). Bila disebut fiksi realistik kontemporer maka lebih cenderung berkisar tentang kehidupan nyata yag terjadi pada masa sekarang.
Fiksi realistik ini umumnya mengisahkan atau menceritakan kehidupan sekitar anak, mengisahkan tentang keluarga, teman dan kehidupan dalam masyarakat.

3. Fiksi Sejarah
Fiksi sejarah adalah cerita realistik yang disandarkan pada masa yang lalu/atau latar waktunya masa lalu (Stewig; Rothelin, 1991). Fiksi sejarah berfungsi untuk menambahkan pengalaman pembaca yang dapat dihayati dari kejadian masa lalu, perpspektif untuk yang masa yang akan datang, dan memberi pemahaman dan kepercayaan adanya nilai dan kehidupan masa lalu.

4. Fiksi Ilmu
Fiksi ilmu adalah suatu bentuk fantasi yag berlandaskan hipotesis tentang ramalan yag masuk akal karna berlandaskan metode ilmiah (huck, 1987).
alur, tema dan latarnya secara imajinatif didasarkan pada pengetahuan, teori, da spekulasi ilmiah .
(sudjiman, 1984). misalnya perjalanan luar angkasa pada planet.

5. Fiksi Fantasi
Fiksi fantasi merupakan cerita khayal yang terdiri dari beberapa jenis seperti cerita bervariasi da cerita fantasi. Cerita bervariasi itu memiliki persamaan dan perbedaan dan perbedaan da berakar dari cerita terdahulu, yaitu cerita rakyat, legenda, mitos, da cerita-certa kemanusiaan lainnya. Cerita fantasi memiliki beberapa jenis dan variasi

6. Biografi
Biografi adalah kisah tentag riwayat hidup seseorang yang ditulisorag lain (sudjiman, 1984). Bila Riwayat hidup itu ditulis sendiri maka dinamakan autobiografi. Suatu cerita kehidupan bisa dibuat menjadi sebuah fiksi atau bisa dibuat fakta-fakta dan peristiwa-peristiwa yang dapat didokumenasikan.

Perbedaan Bacaan Fiksi dan Non Fiksi
Fiksi adalah cerita imajinatif yang tidak (harus) mempunyai kebenaran faktual.
Non fiksi mempunyai kebenaran faktul
Bacaan Non Fiksi yang dikemas sebagaimana cerita fiksi akan menjadi bacaan  menarik seperti cerita fiksi dan akan disukai oleh anak.

Persamaan Bacaan fiksi dan Non Fiksi yaitu keduanya sama-sama memberikan informasi dan manampilkan cerita.


Sastrakah Teks Non Fiksi itu?

  • Jika sastra dibatasi berbagi teks kreatif imajinatif yang tidak menunjukkan pada kebenaran faktual historis maka teks non fiksi bukan termasuk teks kesastraan.
  • Jika teks kesastraan dipahami secara luas, yaitu berbagai teks yang mempunyai kadar artistik tinggi dengan memperhitungkan pencapaian efek estetik (pemilih stile tepat), maka teks non fiksi yag ditulis dengan stile tersebut dapat dikategorikan sebagai bagian dari sastra anak (luken, 2003:28)
  • Teks nonfiksi dengan efek keartistikan dapat memberikan aspek emosional dan intelektual.

Unsur-unsur yang terkandung dalam Cerita Fiksi Anak
  • Tokoh adalah pelaku yang dikisahkan dalam cerita
  • Alur Cerita bisa disebut juga Plot atau jalan Cerita. Pengertian lain dari Alur Cerita adalah rangkaian peristiwa yang terjadi berdasarkan hubungan seba dan akibat.
  • Latar dapat diartikan sebagai landas tumpu berlangsungnya berbagai peristiwa dan kisah dalam cerita.
  • Tema dapat diartikan sebagai gagasan yang mengikat cerita atau sering disebut juga makna cerita.
  • Moral dapat dikatakan sebagai amanat atau pesan. Pengertian Moral adalah sesuatu yang ingin disampaikan kepada pembaca (bermanfaat dan mendidik)
  • Sudut Pandang adalah cara sebuah cerita dikisahkah
  • Stile merupakan pilihan berbagai aspek kebahasan yang digunakan dalam teks kesastraan.
  • Nada sesuatu yag terbentuk sebagai konsekuensi pilihan stile

Puisi Anak

  • Puisi merupakan sebuah jenis sastra yag sngat memperhatikan pilihan aspek kebahasaan untuk memperoleh efek keindahan. Unsur pembentuk puisi adalah isi dan bentuk.
  • Unsur isi pada Puisi anak antara lain aspek gagasan, ide, emosi, tema, dan makna
  • Unsur Bentuk pada puisi antara lain aspek kebahasaan dan tipografi.
















Sumber : 
1. Makalah atau slide presentasi PPG PGSD dalam jabatan Gurdasus RISTEKDIKTI 



Sunday, 8 November 2015

LEMBAR KERJA SISWA KELAS 10 PERMINTAAN DAN PENAWARAN

LEMBAR KERJA SISWA KELAS 10 PERMINTAAN DAN PENAWARAN 




Nama          :
No Absen   :
Kelas          :

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!

1.  Titik perpotongan antara kurva  permintaan dan kurva penawaran merupakan ....
a.    harga pasar
b.    penurunan harga
c.    penurunan permintaan
d.   penurunan penawaran
e.    titik keseimbangan (jumlah dan harga keseimbangan)

2.    Dibawah ini yang termasuk rumus harga keseimbangan adalah ....
a.    Qd = Qs
b.    Pd = Qd
c.    Qd = Pd
d.   Ps = Qs
e.    Pd = Qs
3.    Perhatikan tabel permintaan, penawaran, dan tingkat harga berikut ini :
Harga (Rp)
Jumlah barang yang diminta
Jumlah barang yang ditawarkan
10.000
9.000
8.000
7.000
6.000
5.000
4.000
150
200
250
300
350
400
450
525
450
375
300
225
150
75
Berdasarkan tabel di atas, kurva keseimbangan pasar yang benar adalah ….


4.    Perhatikan tabel penawaran dan permintaan berikut ini :
Harga
Jumlah Permintaan
Jumlah Penawaran
Rp 4.000,00
Rp 5.000,00
Rp 6.000,00
Rp 7.000,00
Rp 8.000,00
Rp 9.000,00
120
100
90
80
75
70
50
70
90
110
125
140
Berdasarkan tabel di atas, titik keseimbangan pasar adalah....
a.    (6000, 60)                                                    
b.    (90, 6000)                                                    
c.    (90, 90)
d.   (6000, 600)
e.    (9000, 70)

 5. Perhatikan grafik keseimbangan harga
Berdasarkan grafik di atas maka pernyataan yang benar adalah pada harga....
a.   Rp800,00 jumlah permintaan 80 unit dan jumlah penawaran 10 unit, sehingga terjadi gap   antara jumlah permintaan dan penawaran sebesar 70 unit.
b.   Rp800,00 jumlah permintaan 10 unit dan jumlah penawaran 80 unit, sehingga terjadi harga keseimbangan pasar.
c.   Rp600,00 jumlah permintaan 70 unit dan jumlah penawaran 10 unit, sehingga terjadi gap   antara jumlah permintaan dan penawaran sebesar 60 unit.
d.   Rp600,00 jumlah permintaan 10 unit dan jumlah penawaran 70 unit, sehingga terjadi harga.keseimbangan pasar.
e.   Rp500,00 jumlah permintaan 50 unit dan jumlah penawaran 50 unit, sehingga terjadi harga keseimbangan pasar

6.    Golongan pembeli yang harga daya belinya dibawah dengan tingkat harga pasar disebut dengan ...
a.    Golongan pembeli marginal
b.    Golongan pembeli sub marginal
c.    Golongan pembeli super marginal
d.   Golongan penjual sub marjinal
e.    Golongan penjual super marginal

7.    Golongan  penjual yang harga pokoknya diatas harga pasar disebut dengan ...
a.    Golongan penjual marginal
b.    Golongan penjual  sub marginal
c.    Golongan penjual super marginal
d.   Golongan pembeli sub marjinal
e.    Golongan pembeli super marginal

8.    Diketahui fungsi permintaan Qd = 40 – 2P dan fungsi penawaran Qs = 12 + 5P , maka harga dan jumlah keseimbangannya adalah ...
a.    P = 14 dan Q = 23
a.    P = 4 dan Q = 23
b.    P = 32 dan Q = 4
c.    P = 4 dan Q = 32
d.   P = 4 dan Q =132

9.    Fungsi permintaan Pd = -2Q + 8 dan penawaran Ps = 2Q + 4. Keseimbangan pasar terjadi setelah pemerintah memungut pajak sebesar Rp. 2,00 per unit adalah
a.    (3,3)
b.    (1,6)
c.    (0,5,7)
d.   (5,3)
e.    (3,5)

10.    Suatu barang yang berorientasi ekspor mempunyai fungsi permintaan Qd = 25 – 0,5P dan fungsi penawaran Qs = 15 + 0,5P. Dalam rangka meningkatkan ekspor pemerintah memberikan subsidi S = 10 perunit. Berdasarkan data di atas, maka harga keseimbangan (Q,P) setelah diberikan subsidi adalah ….
a.    22,5 dan 5
b.    20 dan 10
c.    22,4 dan 5
d.   5 dan 22,5
e.    10 dan 20  

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More