Chit Chat

all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Thursday, 22 October 2020

TAN MALAKA, JALAN SUNYI TAMU DARI BAYAH

TAN MALAKA

JALAN SUNYI TAMU DARI BAYAH




Ia memperkenalkan dirinya sebagai Ilyah Hussein. Datang dari Bayah, Banten Selatan, pria paruh baya itu bertamu ke rumah Sukarni di Jalan Minangkabau, Jakarta, awal Juni 1945. Disana ada Chaerul Saleh, B.M Diah, Anwar, dan Harsono Tjokroaminoto. tamu jauh itu hendak menghadiri kongres pemuda di Jakarta.

Memakai baju kaus, celana pendek hitam, dan topi perkebunan ditenteng di tangan, tamu itu disambut tuan rumah. Setelah sedikit basa-basi, Hussein menyampaikan analisisnya tentang kemerdekaan dan politik saat itu. Situasi memang lagi genting. Penjajah Jepang sudah di tubir jurang.

Ulasan Hussein tentang proklamasi membuat Sukarni terpukau. Pikiran Hussein sama dengan tulisan-tulisan Tan Malaka yang selama ini dipelajari Sukarni. Setelah mendengar analisis Hussein, Sukarni makin mantap: proklamasi harus segera diumumkan.

Sejarah mencatat, Hussein adalah Ibrahim Sutan Datuk Tan Malaka yang tengah menyamar. Sejak awal Sukarni curiga, tamunya tak mungkin hanya orang biasa-meski ia tak berani bertanya. "Ia heran, bagaimana mungkin orang sekaliber Hussein hidup diwilayah terpencil, "kata sejarawan Belanda Harry A. Poeze.

Karni malah waswas. "Ia takut kalau Hussein mata-mata Jepang, "Kata Anwar Bey, bekas wartawan Antara dan koresponden Buletin Murba. Kekhawatiran yang campur aduk memaksa Sukarni memindahkan rapat ke rumah Maruto Nitimiharjo di Jalan Bogor lama-sekarang jalan Saharjo Jakarta Selatan. Sebelum pergi, Sukarni meminta tamunya menginap satu malam. Hussein tidur dikamar belakang.

Pada saat rapat, analisis Hussein mempengaruhi pikiran Sukarni. Ide-ide Hussein dilontarkannya dalam rapat. "Sukarni mendesak proklamasi jangan ditunda, " kata Adam Malik. Para Pemuda setuju.

Sepulang rapat, Sukarni masih pensaran pada Hussein. Tapi lagi-lgi ia ragu bertanya. Sukarni baru bertemu besok paginya ketika tamunya mau pulang. "Ia berpesan gara Hussein mempersiapkan pemuda Banten menyongsong proklamasi,"Kata Anwar Bey.

Kesaksian itu terungkap pada saat Sukarni memberikan sambutan dalam acara Sewindu Hilangnya Tan Malaka di Restoran Naga Mas, Bandung, Februari 1957. Anwar Bey malam itu hadir di sana.

Dari pertemuan itu, Tan sendiri menafsirkan, Chaerul dan Sukarni mengenal ide-ide politiknya. Tapi ia belum berani membuka jati diri. "Saya masih menunggu kesempatan yang lebih tepat. "katanya dalam memoar Dari Penjara Ke Penjara.

Ia lalu pulang ke Bayah, kembali bekerja sebagai juru ketik. Nama Hussein tetap digunakan.  Saat itu usianya 48 tahun.

Hussein kembali muncul di Jakarta pada 6 Agustus 1945. Ia membawa tas. Isinya celana pendek selutut, kemeja, dan kaus lengan panjang kumal. Kali ini yang dituju rumah B.M Diah, Ketua Angkatan Baru, yang juga redaktur koran Asia Raya, satu-satunya koran ynag terbit di Jakarta.

Utusan Bayah itu menanyakan kabar mutakhir situasi perang. Setelah satu jam Diah memberikan infomasi, Hussein menyatakan pendapatnya. "Pimpinan revolusi kemerdekaan harus di tangan pemuda, "katanya.

Tapi hubungan Hussein dengan Diah berlangsung singkat. Besoknya Diah ditangkap Jepang gara-gara menuntut kemerdekaan dan menentang sikap lunak Soekarno-Hatta. Tahu Diah ditangkap, Hussein pulang ke Bayah.

Disana ia terus bergerak. Tiga hari kemudian dia terlibat rapat rahasia dengan para pemuda Banten di Rangkasbitung. Pertemuan satu setengah jam itu di gelar di rumah M. Tachril, pegawai Gemeenschappelijk Electriciteitsbedrjf Bandoengen Omstreken-Gabungan Perusahaan Listrik Bandung dan Sekitarnya.

Di sini Hussein mengobarkan pidato yang menggelora "Kita bukan kolaborator!" katanya. "Kemerdekaan harus di rebut kaum pemuda, jangan sebagai hadiah". Kekalahan Jepang, menurut dia, tinggal menunggu waktu.

Pidato itu dilukiskan Poeze dalam bukunya Verguisd en Vergeten Tan Malaka, de linkse beweging en de Indonesische Revolutie, 1945-1949. "Sebagai rakyat Banten dan pemuda yang telah siap merdeka, kami bersumpah mewujudkan proklamasi itu, "kata Hussein di ujung pidatonya.

Bila Soekarno-Hatta tidak mau menandatangani, Hussein memberikan jawaban tegas: "Saya sanggup menandatanganinya, asal seluruh rakyat dan bangsa Indonesia menyetujui dan mendukung saya".

Hussein di ututs kembali ke Jakarta. Ia diminta menjalin kontak dengan Sukarni dan Chaerul Shaleh. Peserta rapat mengantarkannya ke Stasiun Saketi, Pandeglang. Hussein naik kereta ke Jakarta.


***


Situasi Jakarta tidak menentu. Kebenaran dan desas-desus berkelindan satu sama lain. Kempetai, polisi militer Jepang mengintai di mana-mana. Para pemuda bergerak di bawah tanah, bersembunyi dari satu rumah ke rumah lain. Usaha Tan Malaka menjalin kontak dengan pemuda tak kesampaian.

Kesulitan Tan bertambah karena kehadirannya tempo hari di rumah Sukarni menyebar dan menjadi pergunjingan. Para pemuda bingung siapa sebenarnya Ilyas Hussein. Karena itu para pemuda jaga jarak bila Hussein muncul.

Peluang Tan menjalin kontak kian teruk karena sikap hati-hatinya yang berlebihan. Sebagai bekas orang buangan dan lama dalam hidup pelarian, Hussein merasa di bawah bayang-bayang penangkapan.

Tan akhirnya berhasil menemui Sukarni di rumahnya pada tanggal 14 Agustus sore. Ia mengusulkan agar massa pemuda dikerahkan. Tapi Sukarni sibuk. Di rumah itu banyak orang keluar-masuk. Banyak pula hal yang disembunyikannya, termasuk berita takluknya Jepang.

Ia juga khawatir rumahnya digerebek Kempetai. Itu sebabnya, Sukarni pergi meninggalkan Hussein. Seperti sebelumnya, ia diminta menunggu di kamar belakang. Kali ini bersama dua orang yang tak dikenal.

Salah satunya Khalid Rasyidi, aktivis oeuda menteng 31. Menurut Khalid, Hussein sempat bertanya di mana tempat penyimpanan senjata jepang. "Ia menganjurkan perampasan senjata dalam rangka perjuangan kemerdekaan", kata Khalid dalam ceramah di Gedung Kebangkitan Nasional, Agustus 1978.

Khalid juga yakin, Sukarni sudah tahu bahwa Hussein tak lain Tan Malaka. Soalnya, sebelum Khalid diminta menemui utusan Banten itu, Sukarni agak lama menunjukkan orang-orang pergerakan. "Diantaranya foto Tan Malaka waktu masih muda, "kata Khalid Poeze menyangsikan hal itu. Menurut dia, Sukarni hanya menduga-duga. 

Malam itu Sukarni sempat pulang. Tapi setelah itu menghilang. Hussein besoknya berusaha menemui Chaerul Saleh di jalan Pegangsaan Barat 30, tapi Chaerul tidak ada dirumah karena di sepanjang jalan santer terdengar kabar Jepang menyerah perang, Hussein kembali ke rumah Sukarni. Tapi usahanya sia-sia.

Hussein tidak tahu, Sukarni dan Chaerul akan menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Aksi itu dilakukan karena Soekarno-Hatta ngotot proklamasi dilakukan melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Sedangkan pemuda ingin merdeka tanpa campur tangan Jepang. Setelah berdebat di Rengasdengklok, Soekarno-Hatta bersedia meneken proklamasi. Teks proklamasi disiapkan di rumah Laksamana Maeda. 

Naskah itu besoknya dibacakan di perkarangan rumah Soekarno di Pegangsaan Timur 56. Upacara berlangsung singkat. Penguasa Militer Jepang melarang berita proklamasi meluas di radio dan surat kabar. Itu sebabnya, Tan tidak tahu ada proklamasi. Ia tahu setelah orang ramai membicarakannya di jalan-jalan.

Terbatasnya peran Tan itu, kata Poeze, sungguh ironis. Padahal Tan orang Indonesia pertama yang menggagas konsep republik dalam buku Naar de Republik Indonesia, yang ditulis pada 1925. Buku kecil ini kemudian menjadi pegangan politik tokoh pergerakan, termasuk Soekarno.

Dalam buku Riwayat Proklamasi Agustus 1945, Adam Malik melukskan peristiwa itu sebagai "kepedihan riwayat". Sukarni bertahun-tahun membaca buku politik Tan. Tapi pada saat itu ia membutuhkan pikiran dari orang sekaliber Tan, Sukarni sungkan bertanya siapa Hussein sesungguhnya. "Ia malah membiarkannya pergi jalan kaki, lepas dari pandangan mata", kata Adam Malik.

Tan juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. "Rupanya sejarah proklamasi 17 Agustus tidak mengizinkan saya campur tangan, hanya mengizinkan campur jiwa saja. Ini sangat saya sesalkan! Tetapi sejarah tidak mempedulikan penjelasan seorang manusia atau segolongan manusia.

Setelah proklamasi, Tan berusaha menemui pemuda. Tapi mereka terus bergerak di bawah tanah. Pada 25 Agustus Tan akhirnya datang ke rumah Ahmad Soebardjo di Jalan Cikini Raya 82. Keduanya pernah bertemu di Belanda apada tahun 1919. "Pembantu kami mengatakan ada tamu ingin berjumpa", kata Soebardjo. Tamu itu duduk di pojok ruangan.

Soebardjo kaget. "Wah, kau Tan Malaka", katanya. "Saya kira sudah mati". Tan menjawab sambil tertawa. "alang-alang tak akan musnah kalau tidak dicabut dengan akar-akarnya". Setelah sempat bersenda-gurau, Soebardjo menawari Tan tinggal di paviliun rumahnya.

Sejak itu Tan diperkenalkan kepada beberapa tokoh seperti Iwa Koesoema Soemantri, Gatot Taroenamihardjo, Boentaran Martoatmojo. Ia juga dipertemukan Nishijima Shigetada, Asisten Laksamana Maeda. Di didepan Nishijima, ia bicara tentang revolusi, struktur politk, gerakan massa, hingga propaganda.

Nishijia terheran-heran. "Bagaimana mungkin orang yang tampak seperti petani ini bisa menganalisis segala-galanya dengan begitu tajam", katanya. Setelah lebih dari dua jam berbincang, Soebardjo menjelaskan bahwa kawannya ini tak lai Tan Malaka. Nishijima terkejut. Ia bangkit lalu menjabat tangan lebih erat.

Kepada Tamunya, Soebardjo meminta keberadaan Tan dirahasiakan. Sepekan menetap di rumah Soebardjo, lewat perantara Nishijima, Tan pindah ke rumah pegawai angkatan laut Jepang di jalan Theresia. Ia sempat ke Banten membangun jaringan gerilya, lalu balik ke Jakarta. Pada pekan kedua September, ia pindah ke Kampung Cikampek, 18 kilometer sebelah barat Bogor. Sejak itu bolak-balik ke Jakarta.

Di Jakarta, kaum pemuda terus bergerak. mereka melihat pemerintah tidak bekerja mengisi kemerdekaan meski kabinet telah dibentuk. "Mereka cuma kumpul-kumpul di gedung Pegangsaan', kata Adam malik. "Seperti tidak ada rencana".

itu sebabnya, sebagian pemuda mengusulkan demostrasi. Tapi sebagian lain ingin membentuk Palang Merah dan mengurus tawanan Perang. pemuda yangberkumpul di Jalan Prapatan 10, sekarang jalan Kwitang, terbelah.

Pemuda prodemonstrasi meninggalkan Jalan Prapatan menuju menteng 31. "Ini kesempatan kita mempraktekkan Massa Actie', kata Sukarni mengutip buku Tan yang menjadi pegangan pemuda. Setelah itu mereka membentuk Komite van Actie. Komite ini mengambil sarana transportasi dan mengibarkan bendera Merah-Putih, dimana-mana.

Karena kabinet belum ada kegiatan, Soebarjo-saat itu sudah Menteri Luar Negeri-meminta nasihat Tan yanglalu mengusulkan agar propaganda dilakukan lewat semboyan-semboyan. "Tan ikut mengusulkan kata-katanya", Hardidjojo Nitimihardjo, putra Maruto. Semboyan itu ditulis pemuda di tembok-ditembok, mobil, dan kereta api hingga tersebebar ke luar Jakarta, dibuat dalam bahasa Indoensia dan Inggris agar menarik perhatan dunia.

Sejak itu Soekarno mendengar kemunculan Tan. Ia meminta Sayuti Melik mencarinya. Dua tokoh itu akhirnya diam-diam bertemu dua kali pada awal September 1945. Pertemuan itu menjadi rahim lahirnya testamen politik. Isinya: "Bila Soekarno-Hatta tidak berdaya lagi, pimpinan perjuangan akan diteruskan oleh Tan, Iwa Koesoema, Sjahrir, dan Wongsonegoro".

Kasak-kusuk kehadiran Tan makin santer. Para pemuda membicarakannya di Menteng 31. Tan saat itu tinggal dirumah Pak Karim, tukang jahit di Bogor. Sukarni dan Adam Malik mencarinya ke sana. Mereka berhasil bertemu, tapi ragu identitas Tan. "Apalagi saat itu banyak muncul Tan Malaka palsu", kata hadidjojo.

Untuk memastikan, para pemuda membawa Soediro-kenalan Tan di Semarang pada 1992-beberapa hari kemudian Sesudah itu mereka membawa guru Halim, teman sekolah tan di Bukittinggi. Tan Juga di cecar soal Massa Actie karena banyak Tan Malaka palsu tidak bisa menjelaskan isi buku tersebut.

Maruto behkan menyrankan agar pemuda tidak begitu saja mempercayai Tan. Ia rupanya mendengar Tan sudah bertemu Soekarno. Tapi setelah mendengar kata-kata Tan kaum pemuda yakin tokoh legendaris itu anti-fasis.

Tan juga sepakat dengan aksi pemuda Menteng 31. "Ia mengusulkan demonstrasi yang lebih besar', kata Hadidjojo. Demontrasi digelar untuk mnegukur seberapa kuat rakyat mendukung proklamasi. Ide ini melecut pemuda menggelar rapat akbar di lapangan Ikada. "Tan berada di balik layar". Kata Poeze.

pemuda mendapat kuliah dari Tan tentang perjuangan rovolusioner. Persinggungan pemuda dengan Tan berlangsung anatara 8 dan 15 September 1945. Sekelompok pemuda, antara lain Abidin Effendi, Hamzah Tuppu, Pandu kartawiguna, dan Syamsu Harya Udaya, diperkenalkan kepada Tan. Sukarni lalu mengirim Hamzah, Syamsu, dan Abidin ke Surabaya untuk mengoganisasi para pelaut.

Di Jakarta, kelompok pemuda menggelar rapat. mereka menyiapkan demonstrasi pada 17 September-tepat sebulan setelah proklamasi. Tapi unjuk rasa diundur dua hari. Ada anekdot, tanggal itu dipilih karena para pemuda jengkel dimaki-maki Bung Karno bulan sebelumnya. "Bung Karno marah kepada pemuda karena pemuda menggelar pawai di Taman Matraman pakai obor dua hari setelah proklamasi', kata Hadidjodjo mengutip Maruto, ayahnya.

Pamflet aksi disebar dan ditempel di mana-mana, Sukarni keluar-masuk kampung, menemui kepala desa, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kiai, agar datang ke Lapangan Ikada. Mahasiswa meminta Soekarno hadir juga. Tapie presiden pertama itu menolak.

Pada hari yang ditentukan, massa berbondong-bondong datang. Senapan mesin Jepang dibidikkan ke arah kerumunan. Tapi gelombang massa terus berdatangan. Jumlahnya diperkirakan 200 ribu. Di bawah terik, mereka menunggu berjam-jam. Salah satu yang hadir almarhum Pramoedya  Ananda Toer. "Itulah pertama kali saya saksikan orang Indonesia tidak takut lagi pada Dai Nippon", kata Pram, saat itu berusia 20 tahun.

Sementra sidang kabinet pagi itu terbelah. Sebagian menteri setuju hadir di Ikada. Sedangkan yang menolak takut ada pertumpahan darah. Rapat berjalan alot. Pukul empat asore, Soekarno memutuskan datang menentramkan rakyat yang sudah menunggu berjam-jam. "Saya tidak akan memaksa. Menteri yang mau tinggal dirumah silahkan", Katanya.

Rombongan Soekarno-Hatta pergi menuju Ikada. Poeze menduga, Tan Malaka ikut dalam rombongan. "Ia satu-satunya yang memakai topi, jalan berdampingan dengan Soekarno menuju podium", kata Poeze.

Di mimbar Soekarno berpidato lima menit suaranya lunak. Ia meminta rakyat tetap tenang dan percaya pada pemerintah, yang akan mempertahankan proklamasi. Massa diminta pulang. Setelah itu, barisan bubar meninggalkan lapangan.

Hasil demonstrasi itu menyesakkan Tan. Pidato itu, katanya, tidak menggemborkan semangat berjuang. "Tidak mencerminkan massa aksi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.



Sumber : 

Buku Tan Malaka Bapak Republik Yang dilupakan Seri buku saku tempo Hal. 14 - 26






















#Soekarno #Hatta #Proklamasi #RI #Indonesia #Sukarni #Jepang #Hussein #Tan #Sjahrir #Wongsonegoro #Hadidjojo #Menteng #Belanda #Malaka #sejarah #Soebarjo #Inggris #demonstrasi #matraman #Jakarta #Soerabaya #PKI #Jakarta


Friday, 9 October 2020

PUAN MAHARANI BERDARAH PADANG

PUAN MAHARANI BERDARAH PADANG 

Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) periode 1 Oktober 2019 sampai dengan 30 September 2024 adalah Ibu Puan Maharani. Beliau adalah ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia. Beliau dilahirkan pada tanggal 6 September 1973 di Jakarta [1]. Kedua Orang tua Puan Maharani merupakan tokoh terkenal di Republik Indonesia.

Puan Maharani merupakan seorang anak yang memiliki darah keturunan "Minang". Ibunya Puan Maharani adalah seorang mantan Presiden Republik Indoonesia. Ibunya Puan maharani bernama Megawati Soekarno Putri. Nenek dari Puan Maharani bernama Ibu Fatmawati. Beliau memiki nama asli Fatimah

Ibu Fatmawati adalah seorang tokoh bersejarah yang telah menjahitkan sang saka merah putih pertama kali. Nenek dari Puan Maharani ini juga memiliki darah asli minang (Sumatra Barat) yang pergi merantau ke Bengkulu. Nenek dari Puan Maharani ini lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu. orang tua dari Nenek Puan Maharani ini bernama Hasan Din dan Siti Chadijah [2].

Ibu Fatmawati yang merupakan Istri Ketiga dari Presiden Pertama Republik Indonesia. Beliau menikah dengan Soekarno pada tanggal 1 Juni 1943. Pernikahan tersebut berlangsung saat Soekarno belum resmi menjadi Presiden Republik Indonesia Pertama. Dari pernikahan tersebut lahirlah Guntur Soekarno Putra, Megawati Soekarno Putri, Rahmawati Soekarno Putri, Sukmawati Soekarno Putri, Guruh Soekarno Putra. 

Sukarno pada orang minang disebut sebagai sumando minang. Sumando minang yang memiliki arti sebagai "beristri orang minang". Beliau sangat disayang oleh orang minang karna beristrikan orang minang (sumando). Ketika Soekarno diasingkan ke Bengkulu dan Jepang ingin masuk. Belanda selalu mengungsikan tokoh-tokoh nasional ke luar negeri seperti ke Australia. Tokoh Nasional tersebut ingin diungsikan ke keluar negeri agar tidak dimanfaatkan oleh Jepang. 

Soekarno saat itu ingin diungsikan oleh Belanda ke Australia. Perjalanan yang digunakan oleh Belanda saat mengungsikan Soekarno melalui jalur darat. Jalur daratnya itu dari Bengkulu ke Padang. Pada saat ingin diungsikan tak diduga tentara Jepang sudah masuk di Bengkulu. Di tinggalkan lah Soekarno oleh tentara Belanda di Bengkulu. Berita tersebut sampai kepada tokoh-tokoh Sumatra Barat yang tahu persis bahwa Soekarno ini teman Pak Hatta. Pak Hatta merupakan pahlawan berdarah minang kawan dari Pak Soekarno. Pada saat itu Soekarno belum menjadi sumando minang pada saat itu.

Pak Soekarno di Jemput oleh tokoh minang. Beliau dibawa menggunakan transportasi yang bernama pedati. Pedati digunakan karna pada saat itu jarang sekali ada mobil dan bisa dikatan tidak ada mobil pada zaman tersebut. Dalam perjalanannya Soekarno menuju Padang. Kondisi Soekarno sudah terlihat lusuh. terlihat sekali Soekarno tidak terurus. Pakaianya yang dikenakannya seperti sudah tidak tercuci bermingu-minggu. 

Soekarno dibawa oleh tokoh-tokoh minang ke Padang. Lalu di tampung oleh seorang tokoh minang yang bernama Datuk Majo Urang. Datu Majo urang adalah kakek dari Alm. Arif Ariman (Seorang ekonom). Sekarang tempat itu ada di A. Yani nomor 14 Padang. Saat tinggal dirumah Datuk Majo Urang beliau dibelikan pakaian. Lalu beliau dibawa pergi lagi oleh tokoh-tokoh minang ke Bukit Tinggi menggunakan kereta api.

Kemudian Soekarno berkunjung ke Madrasah Darufunun. Madrasah Darufunun merupakan pesantren terbesar Sumatra Tengah pada zaman itu.  madrasah Darufunun saati itu dipimpin oleh bapak Abas Abdullah. Beliau datang terlambat. Soekarno membuat janji jam 12 dengan Bapak Abas Abdullah tapi terlambat.  Pada saat itu sudah banyak orang yang menunggu kedatangan Soekarno dipesantren itu. 

Bapak Abas Abdullah tersebut menegur Soekarno yang datang terlambat saat itu. "Anda ini akan menjadi pemimpin Indonesia. Jangan biasakan Anda ini tidak tepat janji". Kata Bapak Abas Abdullah kepada Soekarno yang pada saat itu datang terlambat.

Bapak Abas Abdullah pun memberikan saran kepada Soekaro untuk mengganti peci yang biasa digunakan. Peci Soekarno yang biasa digunakan bukanlah seperti peci yang sering dilihat pada foto-foto Soekarno. Peci saat yang digunakan saat itu terlihat pendek. "Anda calon pemimpin bagi bangsa ini. Jadi Anda harus terlihat gagah". Kata Pak Abas Abdullah kepada Soekarno pada saat itu. Sehingga Soekarno pun mengganti pecinya. Peci yang dipakai itu adalah peci yang sering dilihat pada foto-foto Soekarno saat ini.

Bapak Abas Abdullah ini juga mengingatkan Soekarno bahwa gigi taringnya agak dempet (gingsul). Pesona Soekarno terdapat pada giginya yang gingsul. Tapi orang seperti pak Soekarno yang memiliki gigi gingsul ini harus hati-hati. Karna orang yang memiliki gingsul seperti bapak Soekarno ini gampang tertarik oleh wanita cantik. Dalam bahasa minang seorang yang gampang tertarik wanita cantik disebut dengan "rambang mato". Rambang mato pada saat ini disamakan dengan mata keranjang. Hanya saja memiliki pengertian dan bahasa yang lebih halus [4].

Setelah empat bulan berlalu di Jakarta. Soekarno menemui Hatta. saat pertemuan dengan hatta tersebut. beiau mengatakan ingin menikahi Fatmawati. Dalam pertemuan tersebut bersama dengan empat serangkai minta membuat surat pernyataan. Jika anda mau menikah dengan Fatmawati. Anda harus membuat surat pernyataan memberikan jaminan satu inggit sebagai biaya hidupnya Fatmawati dan harus menyediakan tempat tinggal berupa rumah di Bandung. lalu harus menanggung biaya hidupnya seumur hidup. Lalu diizinkan menikah Soekarno oleh empat serangkai. 

Saat yang membawa Fatmawati dan kedua orangtuanya ke Jakarta adalah Samaun Mahdi (dalam riwayat lain bernama Samaun Bakri). Samaun Mahdi merupakan orang Padang. Samaun Bakri jugalah yang membantu persiapan Soekarno menikah dengan Fatmawati. Samaun makdi tidak sendiri dalam mempersiapkan pernikah Soerkano dengan Fatmawati. Beliau dibantu oleh Bapak Abdul Karim Oei dan dr. Djamil.

Peroses pernikahan Soekarno dan Fatmati diurus pada tanggal 1 juni 1943. Pernikahan Soekarno dan Fatmawati tidak langsung bertatap muka. Tapi pernikahan tersebut diwakilkan oleh teman dari Samaun yang bernama Sarjono. Setelah terjadi pernikahan Sukarno (diwakilkan oleh Sarjono) dan Fatmawati barulah Samaun mengantarkan Fatmawati ke pada Soekarno dari Bengkulu Ke Jakarta.

Lalu Bapak Dari Puan Maharani adalah Bapak Taufik Kemas. Beliau adalah seorang tokoh politik yang pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR pada tahun 1992. Beliau terpilih menjadi anggota dewan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Orang berliau bernama Tjik Agus Kiemas dan Hamzathoen Roesyda. Ayah dari Pak Taufik Kieamas berasal dari Sumatra Selatan. Sedangkan Ibu dari Pak Taufik Kiemas berasal dari Minangkabau di Batipuh Tanah Datar Sumatra Barat [3].


















































Sumber :

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Puan_Maharani 

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Kiemas

[3] Indonesia Lawyers Club dengan topik pembahasan Sumbar Belum Pancasilais? Diopload pada tanggal 10 September 2020 pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=GsC-wj2byKg

[4] Hasril Chaniago pada Indonesia Lawyers Club dengan topik pembahasan Sumbar Belum Pancasilais? Diopload pada tanggal 10 September 2020 pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=GsC-wj2byKg











#RUU #PUAN #PDIP #SOEKARNO #PECI #MEGAWATI #DPR #MPR #MINANG #PADANG

Thursday, 8 November 2018

NAMA-NAMA TEMPAT DARI MASA KEMASA BAGIAN I

NAMA- NAMA TEMPAT DARI MASA KEMASA
(diketik pada tanggal 4 November 2018)

Nama-nama tempat dan jalan diwilayah Jakarta dan sekitarnya yang sudah ada pada masa prakolonial ditemukan dalam dua naskah lontar, yaitu Bujangga Manik dan Carita Parahyangan. Selain itu, ditemukan pula pada laporan perjalanan pasukan perintis VOC, seperti laporan F.H Mullen (1657), Abrecht Herport (1662), Willem Hartsinet (1678), adolf Winkler (1690) yang tercatat dalam catatan harian (dagregister) di Kastil Batavia dan sumber-sumber tertulis lainnya.

Pada masa kolonial nama tempat atau jalan banyak yang berbahasa Belanda. Terutama pada awal orang-orang Belanda membangun kota Batavia. Selanjutnya mereka tidak begitu saja memberikan nama kawasan atau jalan. Nama-nama kawasan atau jalan yang sudah dinamai oleh masyarakat sekitar akan diperahankan oleh mereka. Sedangkan nama kawasan atau jalan yang tidak memiliki nama, maka akan diberi nama oleh mereka.

Belanda tidak mengerti nama yag sudah dikenal di masyarakat, mereka mengikuti saja nama yang sudah ada kemudian ditambahkan dengan kosakata bahasa Belanda seperti gang (jalan kecil), weg (jalan), (jalan yang dikanan kirinya terdapat pohon), straat (jalan yang dikanan kirinya terdapat toko-toko dan rumah-rumah), dan boulevard (jalan besar di antara rumah-rumah mewah atau kawasan elite).

Kota Batavia yang sekarang menjadi Kota Tua Jakarta, dibangun layaknya kota Belanda dengan kanal-kanal sebagai ciri khasnya. Misalnya saja Jalan Kali Besar Timur I yang kita kenal sekarang, pada zaman dulu Belanda menamakannya Amsterdamstraat  karena jalan tersebut merupakan jalan elite yang terdapat rumah-rumah mewah. Beberapa nama jalan diambil dari nama yang ada di Amsterdam. Contohnya, Jalan Lodan Raya sekarang, dulu dinamakan Heerenstraat (nama jalan yang ada di Amsterdam).

Nama tempat atau jalan yag berbahasa Belanda, setelah Indonesia merdeka hampir semuanya diganti dengan nama lokal. Sebagai contoh, Bacherachtsgracht yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Pangeran Tubagus Angke. Sebagaimana diketahui, gracht merupakan bahasa Belanda yang berarti saluran atau kana. Saluran tersebut dibangun oleh pemilik hal guna usahanya, Jacob Bacheracht, mantan pegawai tinggi VOC di Batavia.

Setelah dia meninggal, saluran itu rupanya terbengkalai dan dipenuhi endapan lumpur. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, saluran itu ditimbun dan dijadikan jalan. Sekarang jalan tersebut menghubungkan Jalan Perniagaan dikawasan Kota Tua Jakarta dengan Jalan Daan Mogot di barat dayanya dan merupakan bagian dari wilayah kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Nama jalan tersebut diambil dari sebutan bagi yang menjadi penguasa Jakarta dan sekitarnya dari tahun 1552 sampai wafatnya pada 1601, yaitu Pangeran Tubagus Angke.

Selain itu, ada juga nama tempat atau jalan berbahasa Belanda yang dilafalkan dengan Bahasa lokal, seperti Pluit (dari kata Fluit), Japat (dari kata Jaagpad), dan Jalan Pinangsia (dari kata Financienstraat). Ada juga nama tempat yang berasal dari bahasa Belanda, kemudian pada zaman sekarang atu pada masa kemerdekaan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, seperti  Jalan Percetakan Negara (dari kata Drukkerrijweg yang memiliki arti 'percetakan').

Berbeda halnya dengan kawasan atau jalan disebagian daerah Menteng. Pada awal abad ke-20 dinamai dengan nama-nama pulau, gunung, kota, dan sungai di Indonesia. Tiak ahanya nama tempat yang diterjemahkan atau sudah menjadi bagian dari bahasa lokal, setelah Indonesia merdeka pada umumnya tempat atau jalan berbahasa Belanda diganti dengan nama pahlawan atau tokoh nasional.

Sebagai contoh, salah satu jala elite di kawasan Menteng diberi nama Heutsz boulevard. Nama tersebut guna mengabdikan nama Jenderal Hindia Belanda, J.B. van Heutsz, yang berhasil menaklukan Aceh. Setelah Indonesia merdeka, van Heutsz boulevard diganti dengan nama pahlawan Aceh sendiri, yaitu Teuku Umar dan Cut Meutia.

Teuku Umar adalah salah satu pahlawan nasional yang pernah memimpin perang gerilya di Aceh sejak 1873 hingga 1899. Pada 1893 ia terkenal dengan strateginya berpura-pura menjadi antek (kakitangan) Belanda untuk mendapatkan senjata dari pihak Belanda.

Sedangkan Cut Meutia adalah pahlawan nasional yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya. Wanita kelahiran Perlak, Aceh tahun 1870 ini, hingga titik darah penghabisan tetap memegang prinsip tak akan bersedia tunduk kepada pemerintah kolonial.

Pada zaman dulu, simpangan dari Jalan Matraman Raya menuju jalan Manggarai adalah sebuah gang yang dikanan kirinya banyak ditumbuhi pohon kelor sehingga masyarakat sekitar mennyebutnya gang kelor. Kemudia pada awal abad ke 20, gang itu diperbesar menjadi sebuah jalan bergengsi yang dikanan kirinya dibangun gedung-gedung, dan diubah namanya menjadi Princes Julianalaan. 

Pemberian nama itu sebagai penghormatan Juliana diangkat sebagai Putri Mahkota Kerajaan Belanda. Pada 1948 ia dinobatkan menjadi Ratu Belanda. Sekitar setahun berselang tepat pada 27 Desember 1949, Ratu Juliana dengan resmi menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada Perdana Menteri RIS, Mohammad Hatta. 

Setelah Indonesia merdeka, jalan itu diubah menjadi Jalan Slamet Riyadi. Nama lengkap tokoh pahlawan ini adalah. Ignatius Slamet Rijadi, salah seorang pahlawan nasional yang gugur di Maluku dalam pertempuran dengan kelompok separatis Republik di Maluku Selata yang dipimpin Dr. Soumokil. Tokoh ini lair di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Juli 1927.

Karier dalam bidang militer dimulai dari zaman Jepang sebagai siswa Pendidikan Sekolah Pelayaran Tinggi yang diselenggarakan Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Pada awal kemerdekaan memimpin perebutan senjata di Solo termasuk dengan Kempetei (Polisi Militer Jepang). menjadi Komandan Batalyon Resimen I Divisi X yang ikut aktif dalam menumpas pemberontakan PKI di Madiun.

Setelah Agresi Militer Belanda II, Slamet Riyadi bergerilya di sekitar Solo. Penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia dilaksanakan bersamaan waktunya dengan di Amsterdam, Jakarta, dan lainnya. Pada tanggal 27 Desember 1949, Slamet Riyadi mewakili militer Indonesia untuk menerima penyerahan kekuatan militer Belanda di Solo, Jawa tengah.

 


Sumber :
Dari Buku ASAL-USUL NAMA TEMPAT di JAKARTA dengan penulis buku Rachmat Ruchiat

Wednesday, 9 March 2016

KISI-KISI UJIAN KELAS 9 PELAJARAN IPS TAHUN AJARAN 2015/2016

 KISI-KISI UJIAN SEKOLAH KELAS 9 
PELAJARAN IPS 
TAHUN AJARAN 2015/2016


1. Suatu  wilayah pengaliran sungai yang dibatasi oleh punggungan yang memisahkannya dengan DAS yang berdekatan disebut ... 
a. Teluk
b. Tanjung
c. Daerah aliran sungai 
d. Semenanjung 

2. Lebih dari 70 %  benua afrika wilayahnya beriklim ... 
a. Sedang 
b. Dingin 
c. Subtropis 
d. tropis

3. Samudra di bawah ini yang tidak mengelilingi benua asia ialah ... 
a.    artik 
b.    atlantik 
c.    hindia 
d.      pasifik

4. Seorang peserta Indonesiaan Idol datang dari daerah ke Jakarta dan berhasil lolos pada babak neliminasi. Sejak itu banyak remaja di daerah tersebut mengikuti gaya berpakaian, model rambut, bahkan  cara berbicaranya. Contoh kasus tersebut dipengaruhi oleh faktor ... 
a.       simpati 
b.      sugesti 
c.       imitasi 
d.      motivasi  

5. Seorang anak petani miskin karena kegemarannya membaca dan mencari informasi dimana saja, pengetahuannya bertambah, wawasannya menjadi luas, dan kepribadiannya berkembang. Ia merintis usaha kecil-kecilan dengan menampung hasi pertanian didesa itu lalu dijual kekota. Kini usahanya berkembang pesat. Kepribadian anak petani tersebut  dipengaruhi oleh media sosialisasi, yaitu ... 
a.       media massa 
b.      lingkungan keluarga 
c.       lingkung kerja 
d.      lingkungan sekolah  

6. Perhatikan contoh perilaku berikut ini! 
1)      Anak jalanan melakukan tindakan merampok toko waralaba ketika lampu mati 
2)      Tawuran antarkelompok pelajar karena perilaku saling mengejek teman 
3)      Karena tidak mampu bekerja, seorang anak mencuri untuk kebutuhan makan 
4)      Seorang anak membolos karena guru kelas tidak mengabsen kehadirannya 
5)      Anak pengamen jalanan meminta uang dengan kasar kepada warga sekitar 
Perilaku menyimpang karena dorongan kebutuhan ekonomi ditunjukkan oleh pernyataan nomor ... 
a.       1, 2, dan 3 
b.      1, 2, dan 4 
c.       1, 3, dan 5  
d.    2, 4, dan 5 

7. Perhatikan pernyataan berikut ini! 
1)      Budi menjadi orang kaya karena kerja keras 
2)      Candra setiap hari nongkrong dipinggir jalan karena mengikuti kebiasaan geng motor dikotanya 
3)      Seorang remaja menjadi purung karena orang tuanya sering bertengkar 
4)      Berjudi masih menjadi kebiasaan rutin bagi sebagian warga masyarakat. 
5)      Wawan menjadi berandal akibat bergaul dengan sekelompok yang suka berkelahi. 
Perilaku menyimpang yang disebabkan oleh sosialisasi subkebudayaan menyimpang ditunjukkan oleh nomor ... 
a.       1, 2, dan 3 
b.      1, 2, dan 4 
c.       1, 3, dan 5 
d.      2, 4, dan 5  

8. Dari tabel dibawah ini, pasangan yang benar adalah ...  

9. Perhatikan pernyataan berikut ini ! 
1)      Ditemukan fosil manusia purba yang menunjukkan perubahan bentuk tubuh manusia. 
2)      Masyarakat tidak lagi menggunakan TV layar cembung dan beralih menggunakan TV layar datar. 
3)      Menurut para ahli, nenek moyang manusia hidup di gua-digua yang dekat dengan mata air. 
4)      Pemerintah membangun jalan layang untuk menanggunglangi kemacetan. 
5)      Seorang mahasiswa menemukan  kompor yang menggunkan sumber energi surya. 
Pernyataan yang menunjukkan bentuk perubahan revolusi terdapat pada nomor ... 
a.       1, 2, dan 3 
b.      1, 3, dan 4 
c.       1, 3, dan 5 
d.      2, 4, dan 5  

10. Perhatikan dampak perubahan sosial berikut ini! 
1)      Sikap pasrah dalam menerima nasib 
2)      Transportasi umum belum dibangun 
3)      Hukum adat sangat ditakuti masyarakat 
4)      Masyarakat terdiri atas komposisi heterogen 
5)      Masyarakat merasa tidak puas terhadap kondisi yang ada. 
Pernyataan yang menunjukkan faktor penghambat perubahan sosial ditunjukkan oleh nomor ... 
a.       1, 2, dan 3 
b.      1, 3, dan 4 
c.       1, 3, dan 5 
d.      2, 4, dan 5  

11. Perhatikan dampak perubahan sosial berikut ini! 
1.      Pendidikan yang menggunakan sistem bertaraf Internasional. 
2.      Rusaknya bangunan gedung-gedung perkantoran sebelum waktunya 
3.      Peningkatan kemiskinan di kota besar karena naiknya harga bahan pokok 
4.      Punahnya habitat ikan air tawar karena pembuangan limbah pabrik ke sungai 
5.      Kebakaran hutan akibat kecerobohan membuang puntung rokok sembarangan.
Ketegori perubahan sosial tidak direncanakan ditunjukkan  oleh nomor ...
a.       1, 2, dan 3 
b.      1, 2, dan 4 
c.       1, 3, dan 5 
d.      2, 4, dan 5  

12. Salah satu contoh perilaku masyrakat sebagai  bentuk pengaruh globalisasi adalah ... 
a.       Tidak bertanggung jawab 
b.      Hidup konsumtif 
c.       Bergaul hanya sesama suku 
d.      Hidup menyendiri  

13. Daftar Pernyataan: 
1.      Timbulnya pola hidup hedonis dan konsumerisme 
2.      Munculnya berbagai penyimpangan sosial 
3.      Memperkaya khasanah budaya dan ilmu pengetahuan 
4.      Motivasi dan produktivitas kerja meningkat 
5.      Kwalitas hidup masyarakat semakin meningkat 
6.      Terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya 
Dari pernyataan diatas, merupakan dampak negatif dari globalisasi dengan nomor ... 
a.       1 dan 2 
b.      1 dan 3 
c.       2 dan 3 
d.      3 dan 4  

14. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan manusia hidupnya masih nomaden, artinya ... 
a.       Hidup kepada alam 
b.      Hidup menetap dan beternak 
c.       Manusia hidupnya berpindah-pindah 
d.      Manusia sudah menghasilkan makanan sendiri  

15. Berkembangnya pusat-pusat perdagangan di Nusantara, berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Nusantara, yaitu .... 
a.       Para pedagang muslim banyak yang berlabuh di pusat-pusat perdagangan 
b.      Dari pusat-pusat perdagangan tersebut agama islam tersebar ke daerah sekitarnya 
c.       Ramainya perdagangan di pusat perdagangan karena kedatangan para pedagang Islam 
d.      Antara pedagang muslim dengan masyarakat setempat terjadi kontak budaya  

16. Politik devide et impera merupakan kebijakan pada masa pemerintahan ...
a.       Fransisco Serrao
b.      Alfonso Alburquerque
c.       Bartholomeus Diaz
d.      Gubernur Jenderal J. P. Coen

17. Sikap dan corak perjuangan bangsa Indonesia pada abad ke-20 adalah bersifat ... 
a.  Radikal 
b. Desentralisasi 
c. Nasional   
d. kedaerahan

18. Jepang melakukan propoganda akan memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia
dengan tujuan ... 
a.       Agar bangsa Indonesia tetap membantu usaha perang Jepang 
b.      Mencega Belanda kembali ke Indonesia 
c.       Agar pemuda Indonesia bersedia menjadi anggota PETA  
d.    Mencegah sekutu datang di Indonesia

19. Salah satu rumusan dasar negara menurut Ir. Soekarno yaitu ... 
a. Kesejahteraan Rakyat 
b. Keadilan Sosial 
c. Ketuhanan Yang Maha Esa 
d. Kekeluargaan 

20. Meskipun terjadi perbedaan pendapat, namun sebenarnya antara golongan muda dan golongan tua
memiliki persamaan tujuan, yaitu ... 
a.       Jepang segera angkat kaki dari Indonesia 
b.      Menghindarkan campur tangan asing terhadap kemerdekaan Indonesia 
c.       Kemerdekaan Indonesia 
d.      Menolak kedatangan sekutu di Indonesia  

21. Berikut dibawah ini  merupakan faktor-faktor yang mendorong timbulnya pergerakan nasional
Indonesia, kecuali ... 
a.       Politik diskriminasi 
b.      Penerapan politik etis 
c.        Adanya golongan terpelajar 
d.      Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia  

22. Pengaruh yang didapat dari peristiwa Perang Dunia II dikawasan Asia bagi bangsa Indonesia
adalah... 
a.       Kenyataan bahwa bangsa kulit putih ternyata dapat dikalahkan oleh bangsa kulit kuning 
b.      Kekuatan militer bangsa eropa dan amerika dapat dikalahkan oleh Jepang 
c.       Kesempatan dan waktu yang tepat untuk meraih kemerdekaan 
d.      Bangkitnya nasionalisme bangsa-bangsa di Asia.  

21. Perhatikan daftar pernyataan berikut ini ! 
1.      Gagalkan pembentukan “Negara Boneka Papua” bikinan kolonial Belanda. 
2.      Membentuk komando Mandala pembebasan Irian Barat dengan Pusatnya di Ujung Pandang. 
3.      Kibarkan Sang Merah Putih diseluruh wilayah Irian Barat tanah air Indonesia. 
4.      Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan tanah air dan Bangsa 
5.      Melaksanakan konfrontasi politik dalam rangka perjuangan mengembalikan Irian Barat. 
Dari daftar pernyataan diatas yang merupakan isi Trikora dalam rangka mengembalikan Irian Barat
ditunjukkan dengan angka nomor ... 
a.        1, 2, dan 3 
b.       1, 3, dan 4 
c.        2, 3, dan 5 
d.       2, 4, dan 5  

22. Tindakan yang pertama kali dilakukan  oleh TNI AD untuk menumpas pemberontakan G 30 S/PKI adalah... 
a. melakukan operasi teritorial untuk menangkap tokoh-tokoh dan pimpinan PKI 
b. membentuk komando operasi militer dipimpin oleh Kolonel Sarwo Edhie Wibowo. 
c. menguasai dan menduduki kembali gedung RRI Pusat dan gedung telekomunikasi. 
d. bekerjasama dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa menuntut Aksi pembubaran PKI  

23. Perhatikan daftar pernyataan berikut ini! 
1. Terjadinya demontrasi mahasiswa menuntut perbaikan ekonomi dan pembubaran PKI 
2. Pembangunan tidak berjalan dengan lancar karna sering terjadi pergantian kabinet 
3. Pemerintah tidak berhasil mengatasi berbagai masalah sehingga menimbulkan krisis kepercayaan 
4. Terjadinya demonstrasi bersar-besaran di Universitas Trisakti pada tanggal 12 Me 1998 
5. Korupsi, kolusi, dan nepotisme semakin merajalela disemua pemerintahan. 
Berdasarkan pernyataan tersebut faktor-faktor yang menyebabkan berakhirnya masa orde baru dan lahirnya
gerakan reformasi ditunjukkan dengan angka nomor ... 
a. 1, 2, dan 3 
b. 1, 3, dan 4 
c. 2, 4, dan 5 
d. 3, 4, dan 5 

24. Dibawah ini adalah masalah-masalah yang dihadapi keternagakerjaan di Indonesia, kecuali ... 
a.       Banyaknya pengguran  
b.      Menurut jumlah angkatan kerja 
c.       Mutu tenaga kerja yang masih rendah  
d.    Kurang meratanya persebaran penduduk 

25. Berikut merupakan ciri-ciri perekonomian Indonesia adalah ... 
a.       Negara memegang monopoli perekonomian 
b.      Perekonomian daerah dikembangkan secara serasi dan seimbang 
c.       Warga negara bebas memilih pekerjaan 
d.    Cabang-cabang produksi yang penting dikuasai negara  

26. Perhatikan daftar berikut ini! 
1.      Tidak dapat memnuhi kebutuhan di dalam negeri 
2.      Adanya globalisasi 
3.      Persamaan kepentingan 
4.      Persamaan keagamaan 
Berdasarkan daftar tersebut, yang melatar belakangi timbulnya kerjasama ekonomi antar negara adalah
no. ... 
a.       1, 2, dan 3 
b.      1, 2, dan 4 
c.       1, 3, dan 4  
d.    2, 3, dan 4  

27. Perhatikan daftar tujuan kerjasama antar bangsa berikut. 
1.    Memajukan negara-negara yang sedang berkembang 
2.      Membebaskan bangsa-bangsa dari kemiskinan, kelaparan dan kebodohan 
3.      Mempermudah menjalin mitra dagang antar negara 
4.      Memajukan kegiatan perekonomian negara 
Berdasarkan daftar yang merupakan tujuan kerjasama ekonomi antar bangsa, yang terkait dengan
perkembangan tekonologi ditunjukkan pada no ... 
a.       1
b.      2 
c.       3
  d.       4

28. Perhatikan tabel dibawah badan kerjasama ekonomi Internasional berikut.
Berdasarkam tabel diatas, kerjasama ekonomi regional ditunjukkan pada tabel nomor ... 
A.     I 
B.     II
C.     III 
D.   IV

 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More