Chit Chat

all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
Showing posts with label Soekarno Hatta. Show all posts
Showing posts with label Soekarno Hatta. Show all posts

Wednesday, 21 October 2020

TAN MALAKA, DIA YANG MAHIR DALAM REVOLUSI

 TAN MALAKA

DIA YANG MAHIR DALAM REVOLUSI


Hatinya terlalu teguh untuk berkompromi. Maka ia berburu polisi rahasia Belanda, Inggris, Amerika, dan Jepang di 11 negara demi cita-cita utama; kemerdekaan Indonesia

Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia. Muhammad Yamin menjulukinya "Bapak Republik Indonesia". Soekarno menyebutnya "seorang yang mahir dalam revolusi'. Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.

Ia seorang yag telah melukis revolusi Indonesia dengan bergelora.Namanya Tan Malaka, atau Ibrahim Datuk Tan Malaka, dan kini mungkin dua-tiga generasi melupakan sosoknya yang lengkap ini: kaya gagasan filosofis, tapi lincah berorganisasi.

 Orde baru telah melebur hitam peran sejarahnya. Tapi harus diakui, di mata sebagian anak muda, Tan mempunyai daya tarik yang tak tertahankan. Sewaktu Soeharto berkuasa, menggali pemikiran serta langkah-langkah politik Tan sama seperti membaca novel-novel Pramoedya Ananda Toer. Buku-bukunya disebarluaskan lewat jaringan klandestin. Diskusi yang membahas alam pikirannya dilangsungkan secara berseberangan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI)., sosoknya sering kali dihubungkan dengan PKI: musuh abadi Orde Baru.

Perlakuan Serupa menimpa Tan di Masa Soekarno berkuasa. Soekarno, melalui kabinet Sjahrir, memenjarakan Tan selama dua setengah tahun, tanpa pengadilan. Perseteruannya dengan para pemimpin pucuk PKI membuat ia terlempar dari lingkaran kekuasaan. Ketika PKI akrab dengan kekuasaan, Bung Karno memilih Muso-orang yang telah bersumpah menggantung Tan karena pertikaian internal partai-ketimbang Tan. Sedangkan D.N Aidit memburu testamen politik Soekarno kepada Tan. Surat wasiat itu berisi penyerahan kekuasaan kepemimpinan kepada empat nama-salah satunya Tan- apabila Soekarno ditangkap. Akhirnya Sokarno sendiri membakar testamen tersebut. Testamen itu berbunyi: "..Jika saya tiada berdaya lagi, maka saya akan menyerahkan pimpinan revolusi kepada seorang yang telah mahir dalam gerakan revolusi Tan Malaka.

Politik memang kemudian menenggelamkannya. Di Bukit Tinggi, dikampung halamannya, Nama Tan Cuma di dengar sayup-sayup. Ketika harry Albert Poeze, sejarawan belanda yang meneliti Tan sejak tahun 1972 mendatangi Sekolah Menengah Atas 2 Bukit Tinggi, guru-guru sekolah itu terkejut. Sebagian guru tak tahu Tan Pernah mengenya pendidkan di sekolah yang dulu bernama Kweeschool (sekolah Guru) itu pada 1907-1913. Sebagian lain justru tahu dari murid yang rajin berselancar di Ineternet. Mereka masih tak yakin, sampai kemudian Poeze datang. Poeze pun menemukan prasasti Engku Nawawi Sutan Makmur, guru Tan, tersembunyi dibalik lemari sekolah.

Disepanjang hidupnya, Tan telah menempuh pelbagai royan: dari masa akhir Perang Dunia I, revolusi Bolsyewik hingga Perang Dunia II. Di kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia, lelaki kelahiran Pandan Gadang, Suliki, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 ini merupakan tokoh pertama yang menggagas secara tertulis konsep Republik Indonesia. Ia menulis Naar de Republik Indonesia (Menuju Republik Indonesia) pada 1925, jauh lebih dulu dibanding Mohammad Hatta sebagai pleidoi didepan pengadilan Belanda di Den Haag (1928), dan Bung Karno yang menulis Menuju Indonesia Merdeka (1933).

Buku Naar De Republik dan Massa Actie (1926) yang ditulis dari tanah pelarian telah menginspirasi tokoh-tokoh pergerakan di Indonesia. Tokoh pemudaradikal Sayuti Melik, misalnya, mengenang bagaimana Bung Karno dan Ir Anwari membawa dan mencoret-coret hal penting dari Massa Actie. Waktu itu Bung Karno memimpin Klub Debat Bandung. Salah satu tuduhan yang memberatkan Soekarno ketika diadili di Landrat Bandung pada 1931 juga lantara menyimpan buku dikutip Bung Karno dalam Pledoinya, Indonesia Menggugat.

W.R Supratman pun telah membaca habis Massa Actie. Ia memasukkan kalimat "Indonesia tanah tumpah darahku" kedalam lagu Indonesia Raya setelah diilhami bagian akhir dari massa actie, pada bab bertajuk "Khayal Seorang Revolusioner". Disitu Tan antara lain menulis, "Di muka barisan laskar, itulah tempatmu berdiri .... kewajiban seorang yang tahu kewajiban putra tumpah darahnya.

Di seputar Proklamasi, tan menorehkan perannya yang penting. Ia menggerakkan para pemuda ke rapat raksasa di Lapangan IKADA (Kini Kawasan Monas), 19 September 1945. Inilah rapat yang menunjukkan dukungan massa pertama terhadap proklamasi kemerdekaan yang waktu itu belum bergema keras dan "masih sebatas catatan di atas kertas". Tan menulis aksi itu " uji kekuatan untuk memisahkan kawan dan lawan". Stelah rapat ini, perlawanan terhadap Jepang kian berani dan gencar.

Kehadiran Tan di Lapangan Ikada menjadi cerita menarik tersendiri. Poeze bertahun-tahun mencari bukti kehadiran Tan itu. Sahabat-sahabat Tan, seperti Sayuti Melik, bekas menteri Luar negeri Ahmad Soebardjo, dan mantan Wakil Presiden Adam Malik, telah memberikan kesaksian. tapi kesaksian itu harus didukung bukti visual. Dokumen foto peristiwa itu tak banyak. Memang ada rekaman film dari Berita Film Indonesia. Namun mencari seorang Tan di tengah kerumunan sekitar 200 ribu orang dari pelbagai daerah bukan perkara mudah.

Poeze mengambil jalan berputar. ia menghimpun semua ciri Khas Tan dengan mencari dokumen di delapan dari 11 negara yang pernah didatangi Tan, misalnya selalu memakai topi perkebunan sejak melarikan diri di Filipina (1925-1927). Ia cuma membawa paling banyak dua setel pakai. Dan sejak keterlibatan dalam gerakan buruh di Bayah, Banten pada 1940-an. Ia selalu memakai celana selutut. Ia juga selalu duduk menghadap jendela setiap kali berkunjung kesebuah rumah. Ini Untuk mengantisipasi jika polisi rahasia Belanda, Jepang, Inggris, atau Amerika tiba-tiba datang menggerebek. Ia memiliki 23 nama palsu dan telah menjelajahi dua benua dengan total perjalanan sepanjang 89 ribu kilometer-dua kali jarak yang ditempuh Che Guevara di Amerika Latin.

Satu lagi bukti yang mesti dicari: berapa tinggi Tan sebenarnya? di Buku Dari Penjara ke Penjara II. Tan bercerita ia dipotret setelah cukur rambut dalam tahanan di Hongkong. "Sekonyong-konyong tiga orang memegang kuat tangan saya dan memegang jempol saya buat diambil kuat tangan saya dan memegang Jempol saya buat diambil capnya. Semua dilakukan serobotan,"ucap Tan. Dari buku ini Poeze pun mencari dokumen tinggi Tan dari arsip polisi Inggris yang menahan Tan di Hongkong. Eureka! Tinggi Tan ternyata 165 centimeter. Lebih pendek daripada Soekarno (172 centimeter). dari ciri-ciri itu, Poeze menemukan foto Tan terbukti berada dilapangan tiu dan menggerakkan pemuda.

Tan tak pernah menyerah. Mungkin itulah yang membuatnya sangat sangat kecewa dengan Soekarno-Hatta yang memilih berunding dan kemudian ditangkap Belanda. Menurut Poeze, tan berkukuh, sebagai pemimpin revolusi Soekarno semestinya mengedepankan perlawanan gerilya ketimbang menyerah. Baginya, perundingan hanya bisa dilakukan setelah ada pengakuan kemerdekaan Indonesia 100 persen dari Belanda dan Sekutu. tanpa itu nonsens.

Sebelum melawan Soekarno, Tan pernah melawan dalam kongres Komunis Internasional di Moskow pada 1922. Ia mnegungkapkan gerakan komunis di Indonesia tak akan berhasil mengusir kolonialisme jika tak bekerja sama dengan Pan-Islamisme. Ia juga menolak rencana kelompok Prambanan menggelar pemberontakan PKI 1926/1927. Revolusi, kata Tan, tak dirancang berdasarkan logistik belaka, apalagi dengan bantuan dari luar seperti Rusia, tapi pada kekuatan massa. Saat itu otot revolusi belum terbangun baik. Postur kekuatan komunis masih ringkih. "Revolusi bukanlah sesuatu yang dikarang dalam otak," tulis Tan. Singkat kata, rencana pemberontakan itu tak matang.

Penolakan ini tak urung membuat Tan disingkirkan para pemimpin parta. Tapi, bagi Tan, partai bukanlah segala-galanya. jauh lebih penting dari itu: kemerdekaan nasional Indonesia. Dari sini kita bisa membaca watak dan orientasi penulis Madilog ini. Ia seorang Marxis, tapi sekaligus nasional. Ia seorang komunis, tapi kata Tan, "Di depan Tuhan saya seorang muslim" (siapa sangka ia hafal Al-Quran sewaktu muda). Perhatian utamanya adalah menutup buku kolonialisme selama-lamanya.

***


hal. 1-8 buku Tan Malaka Bapak Republik Yang Dilupakan (Tempo seri saku)
















#Tan #Malaka #Indonesia #PKI #Belanda #Jepang #NKRI  #Soekarno #Hatta #Sjahrir #Soeharto #Belanda #Inggris #Amerika #Jepang #Republik #Revolusi #Aidit #Banten #Komunis #Karno #Quran #Marxis #madilog #Rusia #Filipina #IKADA #Monas #Supratman #kemerdekaan #madilog

Friday, 9 October 2020

PUAN MAHARANI BERDARAH PADANG

PUAN MAHARANI BERDARAH PADANG 

Ketua DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) periode 1 Oktober 2019 sampai dengan 30 September 2024 adalah Ibu Puan Maharani. Beliau adalah ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia. Beliau dilahirkan pada tanggal 6 September 1973 di Jakarta [1]. Kedua Orang tua Puan Maharani merupakan tokoh terkenal di Republik Indonesia.

Puan Maharani merupakan seorang anak yang memiliki darah keturunan "Minang". Ibunya Puan Maharani adalah seorang mantan Presiden Republik Indoonesia. Ibunya Puan maharani bernama Megawati Soekarno Putri. Nenek dari Puan Maharani bernama Ibu Fatmawati. Beliau memiki nama asli Fatimah

Ibu Fatmawati adalah seorang tokoh bersejarah yang telah menjahitkan sang saka merah putih pertama kali. Nenek dari Puan Maharani ini juga memiliki darah asli minang (Sumatra Barat) yang pergi merantau ke Bengkulu. Nenek dari Puan Maharani ini lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu. orang tua dari Nenek Puan Maharani ini bernama Hasan Din dan Siti Chadijah [2].

Ibu Fatmawati yang merupakan Istri Ketiga dari Presiden Pertama Republik Indonesia. Beliau menikah dengan Soekarno pada tanggal 1 Juni 1943. Pernikahan tersebut berlangsung saat Soekarno belum resmi menjadi Presiden Republik Indonesia Pertama. Dari pernikahan tersebut lahirlah Guntur Soekarno Putra, Megawati Soekarno Putri, Rahmawati Soekarno Putri, Sukmawati Soekarno Putri, Guruh Soekarno Putra. 

Sukarno pada orang minang disebut sebagai sumando minang. Sumando minang yang memiliki arti sebagai "beristri orang minang". Beliau sangat disayang oleh orang minang karna beristrikan orang minang (sumando). Ketika Soekarno diasingkan ke Bengkulu dan Jepang ingin masuk. Belanda selalu mengungsikan tokoh-tokoh nasional ke luar negeri seperti ke Australia. Tokoh Nasional tersebut ingin diungsikan ke keluar negeri agar tidak dimanfaatkan oleh Jepang. 

Soekarno saat itu ingin diungsikan oleh Belanda ke Australia. Perjalanan yang digunakan oleh Belanda saat mengungsikan Soekarno melalui jalur darat. Jalur daratnya itu dari Bengkulu ke Padang. Pada saat ingin diungsikan tak diduga tentara Jepang sudah masuk di Bengkulu. Di tinggalkan lah Soekarno oleh tentara Belanda di Bengkulu. Berita tersebut sampai kepada tokoh-tokoh Sumatra Barat yang tahu persis bahwa Soekarno ini teman Pak Hatta. Pak Hatta merupakan pahlawan berdarah minang kawan dari Pak Soekarno. Pada saat itu Soekarno belum menjadi sumando minang pada saat itu.

Pak Soekarno di Jemput oleh tokoh minang. Beliau dibawa menggunakan transportasi yang bernama pedati. Pedati digunakan karna pada saat itu jarang sekali ada mobil dan bisa dikatan tidak ada mobil pada zaman tersebut. Dalam perjalanannya Soekarno menuju Padang. Kondisi Soekarno sudah terlihat lusuh. terlihat sekali Soekarno tidak terurus. Pakaianya yang dikenakannya seperti sudah tidak tercuci bermingu-minggu. 

Soekarno dibawa oleh tokoh-tokoh minang ke Padang. Lalu di tampung oleh seorang tokoh minang yang bernama Datuk Majo Urang. Datu Majo urang adalah kakek dari Alm. Arif Ariman (Seorang ekonom). Sekarang tempat itu ada di A. Yani nomor 14 Padang. Saat tinggal dirumah Datuk Majo Urang beliau dibelikan pakaian. Lalu beliau dibawa pergi lagi oleh tokoh-tokoh minang ke Bukit Tinggi menggunakan kereta api.

Kemudian Soekarno berkunjung ke Madrasah Darufunun. Madrasah Darufunun merupakan pesantren terbesar Sumatra Tengah pada zaman itu.  madrasah Darufunun saati itu dipimpin oleh bapak Abas Abdullah. Beliau datang terlambat. Soekarno membuat janji jam 12 dengan Bapak Abas Abdullah tapi terlambat.  Pada saat itu sudah banyak orang yang menunggu kedatangan Soekarno dipesantren itu. 

Bapak Abas Abdullah tersebut menegur Soekarno yang datang terlambat saat itu. "Anda ini akan menjadi pemimpin Indonesia. Jangan biasakan Anda ini tidak tepat janji". Kata Bapak Abas Abdullah kepada Soekarno yang pada saat itu datang terlambat.

Bapak Abas Abdullah pun memberikan saran kepada Soekaro untuk mengganti peci yang biasa digunakan. Peci Soekarno yang biasa digunakan bukanlah seperti peci yang sering dilihat pada foto-foto Soekarno. Peci saat yang digunakan saat itu terlihat pendek. "Anda calon pemimpin bagi bangsa ini. Jadi Anda harus terlihat gagah". Kata Pak Abas Abdullah kepada Soekarno pada saat itu. Sehingga Soekarno pun mengganti pecinya. Peci yang dipakai itu adalah peci yang sering dilihat pada foto-foto Soekarno saat ini.

Bapak Abas Abdullah ini juga mengingatkan Soekarno bahwa gigi taringnya agak dempet (gingsul). Pesona Soekarno terdapat pada giginya yang gingsul. Tapi orang seperti pak Soekarno yang memiliki gigi gingsul ini harus hati-hati. Karna orang yang memiliki gingsul seperti bapak Soekarno ini gampang tertarik oleh wanita cantik. Dalam bahasa minang seorang yang gampang tertarik wanita cantik disebut dengan "rambang mato". Rambang mato pada saat ini disamakan dengan mata keranjang. Hanya saja memiliki pengertian dan bahasa yang lebih halus [4].

Setelah empat bulan berlalu di Jakarta. Soekarno menemui Hatta. saat pertemuan dengan hatta tersebut. beiau mengatakan ingin menikahi Fatmawati. Dalam pertemuan tersebut bersama dengan empat serangkai minta membuat surat pernyataan. Jika anda mau menikah dengan Fatmawati. Anda harus membuat surat pernyataan memberikan jaminan satu inggit sebagai biaya hidupnya Fatmawati dan harus menyediakan tempat tinggal berupa rumah di Bandung. lalu harus menanggung biaya hidupnya seumur hidup. Lalu diizinkan menikah Soekarno oleh empat serangkai. 

Saat yang membawa Fatmawati dan kedua orangtuanya ke Jakarta adalah Samaun Mahdi (dalam riwayat lain bernama Samaun Bakri). Samaun Mahdi merupakan orang Padang. Samaun Bakri jugalah yang membantu persiapan Soekarno menikah dengan Fatmawati. Samaun makdi tidak sendiri dalam mempersiapkan pernikah Soerkano dengan Fatmawati. Beliau dibantu oleh Bapak Abdul Karim Oei dan dr. Djamil.

Peroses pernikahan Soekarno dan Fatmati diurus pada tanggal 1 juni 1943. Pernikahan Soekarno dan Fatmawati tidak langsung bertatap muka. Tapi pernikahan tersebut diwakilkan oleh teman dari Samaun yang bernama Sarjono. Setelah terjadi pernikahan Sukarno (diwakilkan oleh Sarjono) dan Fatmawati barulah Samaun mengantarkan Fatmawati ke pada Soekarno dari Bengkulu Ke Jakarta.

Lalu Bapak Dari Puan Maharani adalah Bapak Taufik Kemas. Beliau adalah seorang tokoh politik yang pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR pada tahun 1992. Beliau terpilih menjadi anggota dewan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Orang berliau bernama Tjik Agus Kiemas dan Hamzathoen Roesyda. Ayah dari Pak Taufik Kieamas berasal dari Sumatra Selatan. Sedangkan Ibu dari Pak Taufik Kiemas berasal dari Minangkabau di Batipuh Tanah Datar Sumatra Barat [3].


















































Sumber :

[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Puan_Maharani 

[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Taufiq_Kiemas

[3] Indonesia Lawyers Club dengan topik pembahasan Sumbar Belum Pancasilais? Diopload pada tanggal 10 September 2020 pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=GsC-wj2byKg

[4] Hasril Chaniago pada Indonesia Lawyers Club dengan topik pembahasan Sumbar Belum Pancasilais? Diopload pada tanggal 10 September 2020 pada alamat https://www.youtube.com/watch?v=GsC-wj2byKg











#RUU #PUAN #PDIP #SOEKARNO #PECI #MEGAWATI #DPR #MPR #MINANG #PADANG

Thursday, 4 February 2016

REMEDIAL KELAS 8 ULANGAN HARIAN 1 SEMESTER II TAHUN AJARAN 2015/2016

REMEDIAL KELAS 8 ULANGAN HARIAN 1 SEMESTER II
TAHUN AJARAN 2015/2016


1.
 [1]
Pada gambar bendera diatas telah menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal...
a. 15 Agustus 1945
b. 14 Agustus 1945
c. 13 Agustus 1945
d. 12 Agustus 1945

2. 
 [2] 
Pada gambar diatas, tokoh tersebut dalam perumusan teks proklamasi tergabung dalam ...
a. golongan tua
b. golongan muda
c. golongan cendikia
d. golongan ilmuwan

3. 
 [3]
Pada gambar diatas memiliki peran dalam persiapan proklamasi berupa ...
a. Membaca teks proklamasi
b. Menjahit bendera merah putih
c. Mengetik naskah perumusan teks proklamasi
d. Pengibaran bendera merah putih

4. 
 [4]
Tokoh tersebut memiliki peran dalam perumusan teks proklamasi, beliau bernama ....
a. Laksamana Maeda
b. Sutan Syahrir
c. Suhud
d. Latief Hendradiningrat

5. Bung Karno berpandangan, bahwa proklamasi harus dibicarakan dulu dalam rapat PPKI dengan pertimbangan ...
a. bahwa keberadaan PPKI harus dihormati
b. agar mendapat pengakuan Jepang
c. PPKI merupakan bentukan Jepang
d. Untuk mencegah permusuhan dengan sekutu dan Jepang

6. "Peri Ketuhanan" merupakan salah satu asas negara yang dikemukakan oleh ...

 [5]
a.


 [6]
b.

 [7]
c.

 [8]
d. 

7. Badan yang dibentuk Jepang pada tanggal 1 Maret 1945 untuk meyakinkan rakyat Indonesia terhadap janji kemerdekaan adalah ...
a. BPUPKI
b. PUTERA
c. PPKI
d. Jawa Hokokai

8. Perhatikan gambar tokoh dibawah ini!
1)                                                                           
  

2)

3) 

4) 

5) 
 

6)
Dari gambar tokoh diatas, yang termasuk dalam Panitia Sembilan adalah ....
a. 1), 2), dan 3)
b. 1), 3), dan 5)
c. 2), 4), dan 5)
d. 3), 5), dan 6)

7. Komponen yang tidak hadir dalam acara perumusan teks proklamasi adalah ...
a. golongan tua
b. PPKI
c. BPUPKI
d. golongan muda

8. Surat Kabar pertama yang memuat berita proklamasi adalah ...
a. Suara Asia
b. De Express
c. Fadjar Asia
d. Merdeka

9. Acara Pertama kali yang telah mengawali upacara pembacaan teks proklamasi adalah ...
a. Pidato pengantar oleh Bung Karno
b. Pengibaran bendera Merah Putih
c. Sambutan oleh Bung Hatta
d. Pemberian sambutan oleh dua anggota panitia

10. Setelah BPUPKI menyelesaikan tugasnya dan dibubarkan, maka dibentuklah....
a. KNIP
b. PKI
c. Chuo Sangi in
d. Putera

11. Bung Hatta dan Ahmad Soebarjo diminta menyusun kalimat naskah proklamasi dengan alasan ...
a. keduanya merupakan tokoh yang berpengaruh
b. keduanya merupakan ahli hukum
c. bahasa keduanya dianggap lebih baik
d. keduanya dekat dengan golongan pemuda

12. Bung Karno dan Bung Hatta diizinkan kembali ke Jakarta dengan jaminan....
a. proklamasi diadakan pada tanggal 17 Agustus 1945
b. proklamasi akan dilakukan di Rengasdengklok
c. anggota PPKI tidak akan terlibat dalam pelaksanaan proklamasi
d. PPKI akan dibubarkan sebelum pelaksanaan proklamasi

13. Diantara tokoh-tokoh berikut, yang termasuk dalam golongan tua adalah ...
a. Darwis
b. Sukarni
c. Agus Salim
d. Chaerul

14. Sebelum ditentukan di kediaman Bung Karno, semula proklamasi akan dilaksanakan di...
a. Kediaman Laksamana Maeda
b. Kediaman Bung Hatta
c. Rengasdengklok
d. Lapangan Ikada

15. Tokoh yang berhasil menyiarkan teks proklamasi melalui Radio Hoso Konri Kyoku ialah...
a. Suprapto
b. Sayuti Melik
c. Syahrudin
d. Adam Malik


Essay
1. Sebutkan isi konsep dasar negara Indonesia menurut Mr. Muh. Yamin!
2. Sebutkan isi konsep dasar negara Indonesia menurut Mr. Soepomo!
3. Sebutkan isi konsep dasar negara Indonesia menurut Ir. Soekarno!
4. Sebutkan tokoh-tokoh yang termasuk Panitia Sembilan

























































#bung #karno #hatta #tokoh #golongan #muda #tua #laksamana #maeda #remedial #2015/2016 #2015 #2016 #bendera #jepang #merah #putih #pemuda #dasar #negara #Indonesia #perumusan #teks #proklamasi #Agustus #1945 #PPKI #BPUPKI #kelas8 #ulangan #harian #semester #ketuhanan #Adam #Malik #Sayuti #Melik #Rengasdengklok 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More