Chit Chat

all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
all in one 
computer all in one 
computer
Showing posts with label kelas 7. Show all posts
Showing posts with label kelas 7. Show all posts

Wednesday, 12 December 2018

NAMA-NAMA TEMPAT DAN JALAN YANG DITELUSURI BAGIAN I

NAMA-NAMA TEMPAT DAN JALAN YANG DITELUSURI BAGIAN I

ANCOL
(Diketik Pada Tanggal 4 November 2018)

Kawasan Ancol terletak disebelah timur Kota Tua Jakarta sampai batas kompleks Pelabuhan Tanjung Priok. Kini kawasan tersebut dijadikan sebuah kelurahan dengan nama yang sma, wilayah Kecamatan Pademangan, Kotamadya jakarta Utara.

Ancol mengandung arti tanah rendah berpaya-paya, Dulu bila laut sedang pasang, air payau kali Ancol berbalik ke darat menggenangi tanah disekitarnya sehingga terasa asin. Wajar bila orang-orang Belanda zaman VOC menyebut kawasan tersebut sebagai Zoutelande atau tanah asin, sebutan yang juga diberikan untuk kubu pertahanan berupa kanal yang dibangun didaerah itu pada 1656 (de Haan, 1935: 103-104).

Sebelum dibangun kanal untuk menghubungkan Kota Batavia, pemerintah VOC membuat Terusan Ancol yang sampai sekarang masih dapat dilayari perahu. Kemudian dibangun pula jalan yang sejajar dengan terusan. Dianggap strategis dalam rangka pertahanan kota Batavia, maka dibuatlah terusan, jalan, dan kanal di Ancol.

Letak strategis kawasan Ancol rupanya sudah dimanfaatkan jauh sebelum kedatangan VOC, yaitu pada masa agama Islam mulai tersebar didaerah pesisir Kerajaan Sunda. Dalam koropok 406, Carita Parahiyangan, Ancol disebut-sebut sebagai salahsatu lokasi medan perang, disamping Kalapa, Tanjung, Wahanten (Banten), dan tempat-tempat lainnya pada masa pemerintahan Prabu Surawisesa (1523-1535).


Thursday, 8 November 2018

NAMA-NAMA TEMPAT DARI MASA KEMASA BAGIAN I

NAMA- NAMA TEMPAT DARI MASA KEMASA
(diketik pada tanggal 4 November 2018)

Nama-nama tempat dan jalan diwilayah Jakarta dan sekitarnya yang sudah ada pada masa prakolonial ditemukan dalam dua naskah lontar, yaitu Bujangga Manik dan Carita Parahyangan. Selain itu, ditemukan pula pada laporan perjalanan pasukan perintis VOC, seperti laporan F.H Mullen (1657), Abrecht Herport (1662), Willem Hartsinet (1678), adolf Winkler (1690) yang tercatat dalam catatan harian (dagregister) di Kastil Batavia dan sumber-sumber tertulis lainnya.

Pada masa kolonial nama tempat atau jalan banyak yang berbahasa Belanda. Terutama pada awal orang-orang Belanda membangun kota Batavia. Selanjutnya mereka tidak begitu saja memberikan nama kawasan atau jalan. Nama-nama kawasan atau jalan yang sudah dinamai oleh masyarakat sekitar akan diperahankan oleh mereka. Sedangkan nama kawasan atau jalan yang tidak memiliki nama, maka akan diberi nama oleh mereka.

Belanda tidak mengerti nama yag sudah dikenal di masyarakat, mereka mengikuti saja nama yang sudah ada kemudian ditambahkan dengan kosakata bahasa Belanda seperti gang (jalan kecil), weg (jalan), (jalan yang dikanan kirinya terdapat pohon), straat (jalan yang dikanan kirinya terdapat toko-toko dan rumah-rumah), dan boulevard (jalan besar di antara rumah-rumah mewah atau kawasan elite).

Kota Batavia yang sekarang menjadi Kota Tua Jakarta, dibangun layaknya kota Belanda dengan kanal-kanal sebagai ciri khasnya. Misalnya saja Jalan Kali Besar Timur I yang kita kenal sekarang, pada zaman dulu Belanda menamakannya Amsterdamstraat  karena jalan tersebut merupakan jalan elite yang terdapat rumah-rumah mewah. Beberapa nama jalan diambil dari nama yang ada di Amsterdam. Contohnya, Jalan Lodan Raya sekarang, dulu dinamakan Heerenstraat (nama jalan yang ada di Amsterdam).

Nama tempat atau jalan yag berbahasa Belanda, setelah Indonesia merdeka hampir semuanya diganti dengan nama lokal. Sebagai contoh, Bacherachtsgracht yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Pangeran Tubagus Angke. Sebagaimana diketahui, gracht merupakan bahasa Belanda yang berarti saluran atau kana. Saluran tersebut dibangun oleh pemilik hal guna usahanya, Jacob Bacheracht, mantan pegawai tinggi VOC di Batavia.

Setelah dia meninggal, saluran itu rupanya terbengkalai dan dipenuhi endapan lumpur. Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels, saluran itu ditimbun dan dijadikan jalan. Sekarang jalan tersebut menghubungkan Jalan Perniagaan dikawasan Kota Tua Jakarta dengan Jalan Daan Mogot di barat dayanya dan merupakan bagian dari wilayah kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Nama jalan tersebut diambil dari sebutan bagi yang menjadi penguasa Jakarta dan sekitarnya dari tahun 1552 sampai wafatnya pada 1601, yaitu Pangeran Tubagus Angke.

Selain itu, ada juga nama tempat atau jalan berbahasa Belanda yang dilafalkan dengan Bahasa lokal, seperti Pluit (dari kata Fluit), Japat (dari kata Jaagpad), dan Jalan Pinangsia (dari kata Financienstraat). Ada juga nama tempat yang berasal dari bahasa Belanda, kemudian pada zaman sekarang atu pada masa kemerdekaan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, seperti  Jalan Percetakan Negara (dari kata Drukkerrijweg yang memiliki arti 'percetakan').

Berbeda halnya dengan kawasan atau jalan disebagian daerah Menteng. Pada awal abad ke-20 dinamai dengan nama-nama pulau, gunung, kota, dan sungai di Indonesia. Tiak ahanya nama tempat yang diterjemahkan atau sudah menjadi bagian dari bahasa lokal, setelah Indonesia merdeka pada umumnya tempat atau jalan berbahasa Belanda diganti dengan nama pahlawan atau tokoh nasional.

Sebagai contoh, salah satu jala elite di kawasan Menteng diberi nama Heutsz boulevard. Nama tersebut guna mengabdikan nama Jenderal Hindia Belanda, J.B. van Heutsz, yang berhasil menaklukan Aceh. Setelah Indonesia merdeka, van Heutsz boulevard diganti dengan nama pahlawan Aceh sendiri, yaitu Teuku Umar dan Cut Meutia.

Teuku Umar adalah salah satu pahlawan nasional yang pernah memimpin perang gerilya di Aceh sejak 1873 hingga 1899. Pada 1893 ia terkenal dengan strateginya berpura-pura menjadi antek (kakitangan) Belanda untuk mendapatkan senjata dari pihak Belanda.

Sedangkan Cut Meutia adalah pahlawan nasional yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya. Wanita kelahiran Perlak, Aceh tahun 1870 ini, hingga titik darah penghabisan tetap memegang prinsip tak akan bersedia tunduk kepada pemerintah kolonial.

Pada zaman dulu, simpangan dari Jalan Matraman Raya menuju jalan Manggarai adalah sebuah gang yang dikanan kirinya banyak ditumbuhi pohon kelor sehingga masyarakat sekitar mennyebutnya gang kelor. Kemudia pada awal abad ke 20, gang itu diperbesar menjadi sebuah jalan bergengsi yang dikanan kirinya dibangun gedung-gedung, dan diubah namanya menjadi Princes Julianalaan. 

Pemberian nama itu sebagai penghormatan Juliana diangkat sebagai Putri Mahkota Kerajaan Belanda. Pada 1948 ia dinobatkan menjadi Ratu Belanda. Sekitar setahun berselang tepat pada 27 Desember 1949, Ratu Juliana dengan resmi menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada Perdana Menteri RIS, Mohammad Hatta. 

Setelah Indonesia merdeka, jalan itu diubah menjadi Jalan Slamet Riyadi. Nama lengkap tokoh pahlawan ini adalah. Ignatius Slamet Rijadi, salah seorang pahlawan nasional yang gugur di Maluku dalam pertempuran dengan kelompok separatis Republik di Maluku Selata yang dipimpin Dr. Soumokil. Tokoh ini lair di Surakarta, Jawa Tengah, 26 Juli 1927.

Karier dalam bidang militer dimulai dari zaman Jepang sebagai siswa Pendidikan Sekolah Pelayaran Tinggi yang diselenggarakan Kaigun (Angkatan Laut Jepang). Pada awal kemerdekaan memimpin perebutan senjata di Solo termasuk dengan Kempetei (Polisi Militer Jepang). menjadi Komandan Batalyon Resimen I Divisi X yang ikut aktif dalam menumpas pemberontakan PKI di Madiun.

Setelah Agresi Militer Belanda II, Slamet Riyadi bergerilya di sekitar Solo. Penyerahan kedaulatan dari Belanda ke Indonesia dilaksanakan bersamaan waktunya dengan di Amsterdam, Jakarta, dan lainnya. Pada tanggal 27 Desember 1949, Slamet Riyadi mewakili militer Indonesia untuk menerima penyerahan kekuatan militer Belanda di Solo, Jawa tengah.

 


Sumber :
Dari Buku ASAL-USUL NAMA TEMPAT di JAKARTA dengan penulis buku Rachmat Ruchiat

Sunday, 4 November 2018

SEKILAS RIWAYAT DARI KALAPA SAMPAI JAKARTA BAGIAN 2

Jayakarta

Raja Sunda Pajajaran pada masa itu, Sri Baduga Maharaja, tidak resah mengetahui agama Islam merembes masuk ke wilayah kerajaannya karena tampak berlangsung secara damai tanpa kekerasan senjata. Bahkan menurut ceirta, ada beberapa keluarga istana yang memeluk agama Islam, seperti Kean Santan yang berguru pada Syekh Quro didataran Karawang sekarang.

Daerah Cirebon pun sampai dikuasai oleh kaum muslimin dibawah pimpinan Syarif Hidayat yang bergelar Susuhunan (Sunan) Jati. Hal yang membuat Sri Baduga miris adalah sepak terjang Kesultanan Demak yang agresif dan pada waktu itu telah menundukkan Majapahit yang dikenal cukup tangguh.

Selain itu, hubungan Demak dan Cirebon semakin kukuh berkat perkawinan putra-putri dari kedua belah pihak. Persekutuan Demak dan Cirebon ini mencemaskan Sri Baduga yang kemudian mengutus putra mahkota, Surawisesa, agar mengupayakan hubungan diplomatik dengan orang-orang Portugis di Malaka yang telah menguasai Malaka dibawah pimpinan Alfonso d'Albuquerque. Sebaliknya, upaya Pajajaran ini justru mencemaskan pihak Demak.

Sri Baduga Maharaja memerintah selama 39 tahun dan kemudian digantikan oleh Surawisesa. Baik sumber Portugis maupun Nagara Kretabhumi mengisahkan bahwa ia pernah diutus ayahnya untuk menghubungi Alfonso d'Alberquerque di Malaka. Ia pergi ke Malaka dua kali, yaitu tahun 1512 dan 1521. Hasil kunjungan pertama ialah kunjungan penjajakan pihak Portugis dan hasil kunjungan kedua ialah kedatangan utusan Portugis ke Pakuan. Perutusan ini dipimpin oleh Hendrik de Leme, ipar Alfonso. Dalam kunjungan tersebut telah tercapai persetujuan antara Pajajaran dan Portugis mengenai perdagangan serta keamanan.

Selain itu, dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Portugis akan mendirikan benteng di Banten dan Kalapa. Untuk itu tiap kapal Portugis yang datang akan diberi muatan lada yang harus ditukar dengan barang-barang keperluan yang diminta oleh pihak Pajajaran. Kemudian saat benteng mulai dibangun, pihak Pajajaran akan menyerahkan 1.000 karung lada tiap tahun untuk ditukarkan dengan muatan sebanyak dua custumodos (kira-kira seberat 351 kuintal).

Perjanjian Pajajaran dengan Portugis sangat mencemaskan Trenggana yang waktu itu menjadi Sultan Demak III. Selat Malaka, pintu masuk perairan Nusantara sebelah utara sudah dikuasai Portugis yang berkedudukan di Malaka dan Pasai. Apabila selat Sunda yang menjadi pintu masuk perairan Nusantra sebelah selatan juga dikuasai Portugis, maka jalur perdagangan laut yang menjadi urat nadi kehidupan ekonomi Demak terancam terputus (W. Fruin Mees, Geschidenis van Java).

Trenggana segera mengirim armadanya dibawah pimpinan Fatahillah, sasaran utamanya adalah Banten pintu masuk Selat Sunda. Dalam Carita Parahiyangan Pasukan Kesultanan Demak berhasil menguasai Sunda Kalapa yang didukung oleh penguasa Cirebon, Syarif Hidayatullah, yang telah wafat lebih dikenal dengan Sunan Gunung Djati, setelah mengalahkan penguasa Kalapa, Ratu Sangiang (adik Surawesesa).

Pada 1527 datanglah pasukan Portugis dibawah pimpinan Fransisco de Sa. Bantuan Portugis ini datang terlambat karena Fransisco de Sa yang ditugasi membangun benteng diangkat menjadi Gubernur Goa di India. Orang Portugis tidak mengetahui jika Suna Kalapa sudah dikuasai oleh Fatahillah. Pasukan Portugis turun dengan sekoci-sekocinya untuk merapat kepelabuhan sunda Kalapa dengan sekoci-sekoci.

Setelah merapat, mereka disergap oleh Fatahillah dan pasukannya. Namun, Fransisco de Sa berhasil melarikan diri karena dia tidak ikut turun bersama pasukannya. Setelah dikuasai sepenuhnya oleh Fatahillah, nama Sunda Kalapa diganti menjadi Jayakarta yang mengandung arti kemenangan atau kesejahteraan mutlak. ada juga yang menulis atau menggunakan Jayakarta atau Jakarta, kemudian umum disebut Jakarta.

Mengenai penggantian nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta hingga kini terdapat dua pendapat yang berbeda, yaitu menurut Prof. Mr. Dr. Soekanto dan Prof. Dr. P. A. Hosein Djajadiningrat. Menurut r. Soekanto, Fatahillah merebut Sunda Kalapa pada akhir Februari 1527. Beberapa hari kemudian datang armada Portugis dibawah pimpinan Fransisco de Sa yang bermaksud membangun benteng di Sunda Kalapa. Armada ini digempur oleh Fatahillah kira-kira pada pertengahan Maret 1527.

Dengan tercapainya kemenangan itu, maka setelah mempertimbangkan masak-masak dan berdasarkan penanggalan pranatamangsa (penanggalan yang hidup dikalangan rakyat dan berhubungan dengan pertanian), Fatahillah mungkin sekali memilih tanggal 1 prantamangsa sebagai hari untuk mengganti nama Sunda Kalapa dengan nama Jayakarta. Tanggal 1 pranatamangsa tersebut menurut penanggalan Masehi jatuh pada 22 Juni 1527. Seperti yang sudah dikemukakan diatas, arti Jayakarta adalah kemenangan penuh Fatahillah terhadap orang-orang Portugis, musuh yang sangat dibenci oleh orang Islam pada masa itu.

Sanggahan terhadap pendapat Dr. Soekanto dikemukakan oleh Prof. Hoesein Djajadiningrat. Menurutnya, berdasarkan sumber dari penulis sejarah bangsa Eropa, armada Fransisco de Sa berangkat dari Malaka menuju Sunda Kalapa pada 23 Oktober 1526. Pada Desember 1526 ketika perayaan Natal di Cochhij (India), diperoleh kabar bahwa rombongan itu telah kembali pada akhir Desember 1526, Fransisco de Sa bertolak ke India.

Berdasarkan hal tersebut, Prof. Hoesein Djadiningrat berpendapat jatuhnya Sunda Kalapa terjadi pada Desember 1526. Jika jatuhnya Sunda Kalapa ke tangan Fatahillah bertepatan dengan hari raya atau hari peringatan Islam, maka dapat diduga bahwa hari raya Islam yang paling dekat di akhir Desember 1526 adalah Hari Maulud 12 Rabiulawal 933 Hijriah yang jatuh pada senin, 17 Desember 1526.

Besar kemungkinan Fatahillah merenungkan kemenangannya, ia teringat kepada kemenangan Muhammad yang terpenting, yaitu merebut Kota Makkah dan teringat pula kepada ayat pertama dari surat Al-Fath yang berbunyi "Inna Fatahna laka Fathan Mubinan" (sesungguhnya kami telah memberikan kemenangan kepadamu kemenangan yang tegas).

Oleh Karena itu, fatahillah lalu mendapat ilham untuk menamai dirinya fathan (nama ini kemudian karenan salah dengar dan salah tulis, dijadikan falatehan oleh orang Portugis), sedangkan nama Sunda Kalapa lalu diganti dengan terjemahan kata Fathan mubinan yaitu, Jayakarta. Demikian dua pendapat mengenai penamaan dan penanggalan digantinya nama Sunda kalapa menjadi Jayakarta.


Batavia 
Nama Jayakarta yang mengandung arti kejayaan dan kesejahteraan itu rupanya tidak memberi kenyataan seperti ketika Sunda Kalapa terkenal sebagai kota Pelabuhan yang ramai disinggahi kapa-kapal niaga, baik antarpulau maupun Internasional. Setelah dinamai Jayakarta justru pamornya semakin lama semakin kalah dengan Pelabuhan Banten.

Selama puluhan tahun pelabuhan Jayakarta lebih banyak dikenal sebagai pelabuhan nelayan dan jarang sekali disinggahi kapal niaga. Padahal beberapa komoditasnya, seperti beras, sayur mayur, buah-buahan, dan hewan ternak melimpah, harga murah, sebagaimana diberitakan oelh Jan Huygen van Linscehoten[1 ] dalam Itinerario.

Jayakarta adalah bagian wilayah Kesultanan Banten. Sultan Maulana Hasanuddin menganggkat menantunya, Tubagus Angke, sebagai penguasa Jayakarta. Pada 1601, Tubagus Angke wafat. Jabatannya sebagai penguasa Jayakarta diteruskan oleh putranya, Pangeran Jayakarta Wijayakrama yang lebih dikenal sebagai Pangeran Jayakarta atau Pangeran Jakarta.

Sebagaki kepala daerah yang berjiawa muda, Pangeran Jayakarta Wijayakrama jauh lebih berani mengambil keputusan dan tindakan dibandingkan dengan ayahnya untuk kemajuan Jayakarta. Dia berani membuat persetujuan dengan persukuan dagang asing. Mula-mula dengan orang-orang Inggris, kemudian dengan orang-orang Belanda.

Ceritanya selanjutnya adalah jatuhnya Jayakarta ke tangan VOC dan namaya kemudian diganti menjadi Batavia. Nama-nama tempat dan jalan yang diberikan akan ditetapkan pada zaman kolonial, dari masa pemerintahan VOC sampai masa awal pemerintahan kolonial Hindia Belanda, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, nama-nama tempat dan jalan yang berasal dari bahsa Belanda, seperti Batavia sebagai nama kota dan Oranje Boulevaard (sekarang jalan Dipenegoro) sebagai nama jalan. Kedua, nama-nama tempat yang berasal dari bahasa Pribumi, contohnya Cililitan, Marunda, dan Menteng.


Jakarta
 Pada masa pendudukan tentara Jepang, nama Jakarta dihidupkan kembali. Hal itu diumumkan dan Kang Po (Berita pemerintah bala tentara Jepang) No. 9 thn. I bulan 12 tanggal 8 Desember 1942 untuk waktu yang tidak terbatas.






















Sumber:
[1] Jan Huygen van Linschehoten adalah pelau Belanda pertama yang mengetahui rahasia rute pelayaran orang-orang Portugis ke Asia Timur (diketik dari buku "ASAL USUL NAMA TEMPAT di JAKARTA dengan penulis Rachmat Ruchiat")



m

Thursday, 1 November 2018

SEKILAS RIWAYAT DARI KELAPA SAMPAI JAKARTA

(diketik pada tanggal, 1 November 2018 di Jakarta, sumber : Buku "ASAL USUL NAMA TEMPAT DI JAKARTA")

KALAPA

Kalapa yang terletak di tepian muara Kali Ci Liwung adalah pelabuhan Kerajaan Sunda yang ibukotanya bernama Pakuan Pajajaran, jauh dipedalaman, di tempat yang sekarang menjadi Kota Bogor.

Kerajaan Hindu tersebut lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Wilayah Kerajaan Sunda Pajajaran di Pantai utara meliputi daerah Cirebon, Sangiang, dan Banten. Kalapa termasuk wilayah Sangiang yang disebut oleh orang-orang Portugis sebagai Samian. Nama Pelabuhan tersebut ditemukan dalam dua naskah lontar beraksara Sunda kuno, yaitu Bujangga Manik dan Carita Parahiyangan.

Entah bagaimana ceritanya, naskah Bujangga Manik itu kini tersimpan di Perpustakaan Bodlein, Oxpord, Inggris[1]. Isinya tentang kisah perjalanan Bujangga Manik, seorang rahib yang berasal dari Keraton Pakuan, menyusuri Pulau Jawa dan Bali. Waktu itu Majapahit masih menguasai Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali secara utuh, serta kesultanan Demak belum berdiri. Ketika pulang dari perjalanan pertama dia menumpang sebuah kapal layar dari Pemalang sampai Kalapa. Antara Kalapa dan Pakuan dia menyebut 11 nama tempat yang dilaluinya. Namun, hanya tiga nama tempat yang masih dapat diidentifikasi, yaitu kalapa, Pabean, dan Ancol. Selain Itu, disebut-sebut pula orang Angke yag menjadi salah seorang anak buah kapal.

Naskah Carita Parahiyangan tersimpan di Perpustakaan nasional engan kode naskah koropak nomor 406. Naskah tersebut telah diterjemahkan oleh Aca dan Saleh Danasasmita. Dalam Carita Parahiyangan disebut-sebut nama tempat Kalapa, Ancol (Tiji), Tanjung, dan Wahentan (Banten).

SUNDA KALAPA

KALAPA pada zamannya tergolong pelabuhan Internasional. Tidak hanya perahu-perahu dari berbagai penjuru Nusantara, tetapi juga yang biasa berlabuh disitu kapal-kapal dari negara lain, seperti Tiongkok dan India. Pada kedua abad ke-15, Kalapa disinggahi kapal orang-orang Portugis. Mereka membuat peta navigasi dari pantai utara Pulau Jawa. Dalam peta itu, Kalapa tercantum dengan nama Cunda Calapa. 
Orang-orang Portugis melengkapi nama Kalapa dengan kata Sunda untuk menyatakan bahwa pelabuhan itu milik kerajaan Sunda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kerajaan Pajajaran. Nama Kalapa mulai muncul antara lain ketika Tomes Pires menyebut dalam bukunya, Suma Oriental, bahwa pelabuhan yang letaknya disisi sebalah timur muara Sungai Ci Liwung itu adalah pelabuhan yang sudah tertata rapi, ada syahbandar, hakim, juga bendahara (mangkubumi). Hal tersebut juga tercatat oleh Jan Huygen Van Linsehoten dalam Itinerario yang dibuat pada 1556. Pada peta yang digambarkan dalam buku tersebut, tercatat sebuah pelabuhan bernama Cunda Calapa.


Keterangan Sumber:
[1] Untuk Pertama kalinya naskah itu diumumkan oleh J. Noordayan dalam Bijdragen Tot Taal an Land an Volkenkundig 138, 1982, 7, hlm: 41-42. Judulnya: Bujangga Manik's Journeys Through Jawa. Topographical Data from Old Sundanese Source (bersumber dari buku Asal Usul Nama Tempat di Jakarta hal. 3)

Sunday, 2 October 2016

REMEDIAL UTS 1 IPA KELAS VII SMP JAKARTA 2

REMEDIAL UTS 1 IPA KELAS VII SMP JAKARTA 2

  1.  Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar pada salah satu huruf a, b, c atau d yang paling tepat !
    1.     Berikut ini yang merupakan satuan MKS adalah ...
    a.       Meter, kilogram, sekon                                 c. meter, gram, sekon
    b.      Meter, kilometer, sekon                               d. meter gram, menit

    2.      Berikut ini yang termasuk besaran pokok adalah ...
    a.       volume                                                        c. percepatan
    b.      Gaya                                                           d.waktu

    3.      Satu kilometer sama dengan ...
    a.       100 m                                                           c. 1000 m
    b.      10. 000 m                                                     d. 100.000 m

    4.      Neraca adalah alat ukur untuk ...
    a.       Panjang benda                                                c. Massa benda
    b.      Kecepatan benda                                           d. Volume benda

    5.      Suhu suatu benda menyatakan ...
    a.      Jumlah molekul benda                                  c. Derajat kenaikan volume benda
    b.       Derajat pemuaian benda                              d. Derajat panas suatu benda

    6.      Batas bawah skala termometer adalah ...
    a.       Air yang menguap                                          c. es yang mencair
    b.      Air yang mendidih                                         d. es yang membeku

    7.      Suhu 25 oC sama dengan ...
    a.       50 O  R                                                            c. 298 o  K
    b.      45 O  F                                                             d. 70 o K

    8.      Alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah ...
    a.       Barometer                                                      c. seismograf
    b.      Termometer                                                   d. air raksa

    9.      Larutan yang bersifat basa akan mengubah warna lakmus merah menjadi ...
    a.       Merah                                                             c. kuning
    b.      Biru                                                                d. hijau

    10.  garam bersifat netral, maka cuka memiliki PH ...
    a.       = 7                                                                  c. 0
    b.      Kurang dari 7                                                 d. lebih dari 7

    11.  Indikator yang memberikan informasi mengenai sifat asam dan basa serta harga PH larutan adalah ...
    a.       Kertas lakmus                                                c. indikator alam
    b.      Indikator universal                                         d. fenol

    12.  Diantara  senyawa beikut yang bersifat basa ...
    a.       Keju                                                               c. garam dapur
    b.      Cuka                                                               d. soda api

    13.  Diantara senyawa berikut yang menghasilkan ion hidroksida jika dilarutkan dalam air adalah ...
    a.       HCL                                                               c. H3PO4
    b.      H2SO4                                                           d. Al (OH)3

    14.   Jika kamu mengalami kecelakaan di laboratorium di mana kulitmu terkena asam kuat, maka sebaiknya kulitmu dibersihkan menggunakan ...
    a.       Banyak Air                                                     c. basakuat
    b.      Sedikit air                                                       d. basa  lemah

    15.  Senyawa berikut yang termasuk basa lemah adalah ...
    a.       Amonia                                                          c. kalium hidroksida
    b.      Kalsium hidroksida                                        d. natrium hidroksida

    16.  Berikut ini yang bukan merupakan sifat garam adalah ...
    a.       Mempunyai PH 7                                           c. memiliki titik leleh yang tinggi
    b.      Memiliki titik didih tinggi                                 d. dapat memghantarkan arus listrik

    17.  Reaksi yang terjadi antara asam dan basa disebut reaksi ...
    a.       Netralisasi                                                      c. peruraian
    b.      Garamisasi                                                      d. logamisasi

    18.  Selang waktu yang diperlukan oleh atom secium untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631 kali disebut ...
    a.       Satu detik                                                      c. satu jam
    b.      Satu menit                                                      d. satu kali

    19.  Satuan suhu dalam SI adalah ...
    a.       Ampere                                                          c. kilogram
    b.      Kelvin                                    .                       d. kilometer

    20.  Hasil kali dari panjang dengan lebar adalah ...
    a.       Percepatan                                                    c. luas
    b.      Volume                                                          d. kecepatan

Thursday, 22 September 2016

KISI-KISI UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS) GANJIL SMP MUHAMMADIYAH 39 / SMP TAHTASYAJAR KELAS 7

KISI-KISI UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL (UTS)
SMP MUHAMMADIYAH 39 / SMP TAHTASYAJAR KELAS 7
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

1.       Punggung lipatan lapisan bumi sebagai akibat gerakan tektonik disebut ...
a. bensin                           c. antiklinal
b. depresi                          d. sinklinal
2.   Faktor pembentuk muka bumi di daratan maupun lautan yang berasal dari dalam bumi dinamakan...
a. tenaga Eksoterm                 c. tenaga endoterm
b. tenaga endogen                   d. tenaga eksogen

3.  Pusat timbulnya gempa dinamakan ....
a. Seismogram                  c. tsunami
b. Episentrum                   d. Hiposentrum

4. Tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan adanya perubahan letak kedudukan lapisan kulit bumi, baik secara horizontal maupun vertikal, dinamakan...
a.       Gerakan tektogenetik
b.      gerakan epirogenetik
c.       gerakan vulkanik
d.      gerakan orogenetik

5. Gerakan turunnya suatu daerah sehingga permukaan air laut kelihatan naik, dinamakan gerakan...

a. gerakan tektogenetik

b. gerakan epirogenetik
c. gerakan vulkanik
d. gerakan orogenetik
 
6. Salah satu gejala alam yang mencakup peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma (massa cair pijar) kepermukaan bumi melalui suatu rekahan dalam kerak bumi, dinamakan...

a. tektogenetik     c. vulkanisme
b. erosi                  d. Epirogenetik

7. Lapisan tanah yang terletak lebih dari daerah sekelilingnya akibat patahnya lapisan sekitarnya, dinamakan...
a.       Graben            c. Dekstral
b.      Horst               d. Block Mountain

8. Daerah patahan yang lebih rendah dari tempat sekitarnya disebut ...
a. horst
b. sinklinal
c. antiklinal
d. slank/ graben
 
9. Gempa yang paling berbahaya dan sering terjadi di Indonesia adalah gempa ...
a. teran                                c. vulkanik
b. runtuhan                         d. tektonik

 10.
gambar diatas merupakan bentuk dari ...

a.       Dekstral                      c. Graben

b.      Horst                           d. Strato
 
11. Dibawah ini akibat yang ditimbulkan oleh gempa adalah ...
(a)
(b)

(c)

(d)

(d)

12. Peristiwa-peristiwa kemasyarakatan yang terjadi pada masa lampau ...
a. Ilmu sejarah       c. Ilmu pra sejarah
b. sejarah                       d. pra sejarah

13.

Gambar diatas merupakan sumber sejarah berupa ...
a.       Tertulis      c. Benda
b.      Lisan         d. Objek wisata


14. Bagian dari Ilmu sejarah yang mempelajari benda-benda peninggalan purbakala...
a. Arkeologi                c. geologi
b. geografi                   d. sosiologi






15. Arti penting mempelajari Ilmu Pra Sejarah adalah ...

a. mempelajari budaya Indonesia

b. Sarana parawisata
c. Sarana Rekreasi
d. Tidak bermanfaat


16. Gambar diatas termasuk gambar ...
a.       Manusia modern
b.      Manusia masa kini
c.       Manusia setengah dewa
d.      Manusia Purba
.
17. Tempat yang dikunjungi untuk melihat benda-benda peninggalan masa pra sejarah adalah...

a. museum
b. planetarium
c. Sonatorium
d. Laboratorium









18.       Gambar dibawah ini yang disebut menhir adalah ...
(a)

(b)

(c)


(d) 
                      

19. Orang yang pertama kali mengadakan penelitian tentang manusia purba di Indonesia ialah ...
a.       Von Koeningswald
b.      Teuku Jacob
c.       Wedenreich. C
d.      E. Dubois
 
20. Pithecantropus Erecteus menurut E. Dubois merupakan jenis makhluk antara manusia dan kera karena ...
a.       Sudah berjalan tegak
b.      Sudah memiliki otak yang sama dengan manusia
c.       Hidupnya sudah mulai menetap
d.      Volume otaknya diatas kera dan dibawah manusia.





21.       Berikut ini alat yang digunakan pada masa berburu dan mengumpulkan makanan adalah ...
(a)

(b)

(c)

(d)



22. Ciri utama kehidupan sosial manusia purba pada masa berburu dan mengumpulkan makanan adalah ...
a.       Bersawah
b.      Berpindah-pindah
c.       Menangkap ikan
d.      Menetap
 
23. Pada masa lalu manusia purba memakan siut dan kerang yang kemudian kulitnya dibuang dan menumpuk sehingga membentuk bukit dalam waktu ratusan tahun. Bukit tersebut disebut ...

a.       Abris aus Roche
b.      Dolmen
c.       Menhir
d.      Kjokkenmoddinger
 
24. Kehidupan para sejarah di Indonesia dibagi menjadi ...
a.       Zaman batu tua dan zaman batu muda
b.      Zaman batu dan zaman logam
c.       Zaman besi dan zaman perunggu
d.      Zaman batu dan zaman besi
 
25. Kebudayaan ngandong banyak berupa kapak genggam dan batu yang disebut ...
a.       Alat serpih / flake
b.      Alat Paribas
c.       Alat penusuk
d.      Alat penetak

26.       Manusia Purba yang hidup pada masa zaman batu tua / Pacitan adalah ...
a.       Pithecantropus Erektus
b.      Megantropus
c.       Homo Soloensis
d.      Homo Wajakensis

27.       Kepercayaan manusia purba mesolitihikum adalah pemujaan terhadap binatang yang dianggap memiliki kekuatan magis disebut dengan ...
a.       Animisme
b.      Dinamisme
c.       Totemisme
d.      Politeisme

28.       Kepercayaan masyarakat manusia purba pada masa neolitikum adalah sudah mengenal animisme yaitu ...
a.       Pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal
b.      Pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap keramat
c.       Pemujaan kepada binatang-binatang tertentu
d.      Pemujaan terhadap dewa-dewa.

29.       Manusia purba yang hidup pada masa zaman batu tua / Pacitan adalah ...
a.       Pithecantropus Erektus
b.      Meganthropus
c.       Homo Soloensis
d.      Homo Wajakensis

30.       Soal ini bonus, tapi dijawab ya ...
a.       Bonus
b.      Bonus
c.       Bonus
d.      Bonus




B. Jawablah pertanyaan ini dengan benar!
1.      Apa yang dimaksud dengan tenaga endogen dan eksogen?
2.      Gambarkanlah dan berikan penjelasan mengenai gerakan epirogenesa negatif!
3.      Jelaskan yang termasuk dengan sumber-sumber sejarah
4.      Jelaskan ciri-ciri masyarakat berburu!
5.      Jelaskan Ciri-ciri masyarakat pada masa bercocok tanam!



Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More